16 Mar 2009

Masih Didominasi Partai Lama


•Perolehan Suara Pada Pemilu 9 April

Laporan: Alfrid Uga


PALANGKA RAYA-Pemilu legislatif (pileg) baru digelar 9 April mendatang. Pengamat politik, Donny Y Laseduw, memprediksi, partai politik (parpol) yang masih kuat di Kalimantan Tengah (Kalteng) didominasi partai-partai lama, yang perolehan suara cukup signifikan pada Pemilu 2004 lalu.
Menurut dia, ada beberapa parameter menunjukan bahwa partai lama tersebut masih kuat, terutama dilihat dari jumlahnya dari kepala daerah yang diusung Parpol lama. Kemudian dapat dilihat juga dari kinerja kader Parpol lama di masyarakat baik yang duduk di legislatif mapun eksekutif.
Selain itu, yang juga dapat menjadi parameter adalah pergeseran sistem pemungutan suara dari coblos ke centang, dan kemudian penandaan pada tanda gambar Parpol yang dianggap syah, meski sudah memberi tanda centang pada nomor urut Caleg atau nama Caleg.
”Berdasarkan parameter tersebut, perkembangan politik di Kalteng tahun 2009, dapat dipastikan masih didominasi Parpol lama yang bercokol pada posisi atas, yakni PDIP, Golkar, PPP, PKB, PAN, Demokrat, PDS dan PKS,” ujar Donny, seraya menimpali.
”Katakan bisa jadi delapan sampi sepuluh Parpol, karena ada Parpol yang baru masuk cukup greget, seperti Partai Gerindra dan Partai Hanura,” timpalnya, ketika dibincangi Radar Sampit, di Palangka Raya, kemarin.
Bicara soal basis massa. Donny menyebutkan, PDIP, Golkar, PPP, PKB, PAN, Demokrat, PDS dan PKS, masing-masing punya kantong massa pendukung yang dikuasai. Salah satu kantong massa yang dikuasi dilihat dari keberhasilan partai yang mengusung kepemimpinan daerah, sebab biasanya kepemimpinan daerah itu dapat mempengaruhi secara pisikologi.
Dia mencontohkan, daerah Kabupaten Kapuas, Daerah Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Seruyan dan Lamandau yang kepala daerah berasal dari Kader PDIP akan berbeda perolehan suara partai dibanding dengan Barito Timur, Barito Selatan, Barito Utara, Sukamara yang kepala daerahnya berasal dari kader Golkar.
”Basis PDIP menjadi sangat kuat kalau kita parameter mengambil dari kemampuan atau keberhasilan mengususng kepala daerah di daerah pemilihan (Dapil) 1, seperti, Kabupaten Gunungmas dan Kabupaten Katingan. Itu kalau kita mengambil parameter keberhasilan mengusung kepala daerah,” katanya.
Sementara itu, untuk Dapil 2 yang akan bertarung ketat antara PDIP dengan PPP, PAN, dan PKB. ”Itu juga kalau dilihat dari keberhasilan Parpol mengusung kepala daerah, seperti Seruyan diusung PDIP dan Kotawaringin Timur diusung koalisi parpol PPP, PKB, dan PAN,” jelasnya.
Sedangkan Dapil 3, Donny memprediksi ada enam Parpol lama yang akan bersaing ketat, PDIP, Golkar, Demokrat, PKB, PPP, dan PAN. ”PDIP, basis utama Kabupaten Lamandau ditambah Pangkalan Bun. Golkar basis utama Kabupaten Sukamara ditambah Pangkalan Bun, dan Partai Demokrat, PKB, PAN dan PPP basis utama Pangkalan Bun ditambah sedikit suara dari Lamandau dan Sukamara,” bebernya.
Sementara itu Dapil 4, menurut dia akan bersaing ketat secara habis-habisan antara PDIP, Golkar, PPP, PAN, PKB, Demokrat, PKS ditambah PDS. Demikian halnya dengan Dapil 5, juga akan terjadi percaturan berat antara PDIP dan Golkar dan juga tercatat PPP.
”Ini baru dari partai lama belum lagi ditambah dengan partai baru, seperti Gerindra dan Hanura yang cukup mendapat perhatian masyarakat. Di tambah lagi dengan Parpol lama seperti PDS, karena ada mencalokan orang-orang kuat, oleh karenanya percaturan ini akan sangat ramai dan ketat,” ucapnya.
Dari parameter-parameter keberhasilan kader Parpol yang disusung menjadi kepala daerah, menurut dia sudah barang tentu Parpol tersebut memiliki posisi kuat dalam Pemilu 9 April mendatang, yakni PDIP dan Golkar bersaing ketat, menysul Demokrat, PKB, PPP, PAN dan PKS.
Dilihat dari paremeter dengan sitim pemilihan yang baru, menconteng tanda gambar partai syah, menconteng nama orang syah, dan nomor urut Caleg syah, akan memberi dapampak positif bagi Parpol-parpol lama. ”Artinya bahwa ketika masyarakat ragu-ragu dan merasa bingung lama mencari siapa nama Caleg yang akan dipilih, maka yang menjadi sasaran adalah menconteng gambar. Ini menjadi salah satu keuntungan bari Parpol lama,” sebut Donny.
Kenapa demikian, timpal Donny, belum tentu iklan Parpol yang dipasang secara nasional sampai pada kuping rakyat dan mata rakyat dipedesaan, tetapi rakyat mengenal jauh sebelum partai baru tersebut, partai lama dengan gambar yang sudah akrap dilihat. Oeleh karenya, Donny meyakini, kalau dilihat dari perspektif gambar partai maka partai-partai lama berpeluang memperoleh suara yang lebih banyak. Belum lagi ditambah dari kinerja kader yang duduk di legislatif dan eksekutif.
”Dari pengamatan saya, berdasarkan parameter dari enam partai, PDIP, Golkar, PPP, Demokrat, PKB dan PAN, akan memperoleh suara yang spektakuler,” katanya. ”Itu dari sitem yang ada dan dihubungkan dengan tingkat SDM rakyat, sehingga rakyat mengatakan oh itu ia berteriak demi kepentingan saya, maka saya pastikan akan memilih mereka,” timpal Donny.

Pemenang Semakin Dapat Diprediksi

SEMENTARA itu, mantan anggota DPRD Kota Palangka Raya ini menambahkan, dilihat dari manuper politik dari beberapa tokoh Parpol di pusat, tentu juga mempengaruh suara Parpol di daerah, dan semakin dapat diprediksi siapa yang akan memperoleh suara terbanyak di Pemlu 9 April mendatang, khususnya diwilayah Kalteng.
Menurut dia, pertemuan Wakil Presiden, Jusuf Kalla dengan Ketua Umum PDIP, Megawati, menjadikan pemicu, dan memberikan motivasi bagi kedua kader Parpol di daerah-daerah berjuang habis-habisan untuk memperoleh suara terbanyak, sebagai tiket duduk menjadi calaon Presiden.
”Dalam komitmen politik kedua partai besar tersebut dapat dipastikan lahir kesepakan politik. Kalau partai saya yang menang, partai saya yang akan maju jadi Presiden. Tetapi kalau partai anda yang menang, silahkan anda yang jadi Presiden, partai saya siap mejadi Wakil Presiden,” pungkasnya seraya memprediksi kesepakan kedua Parpol tersebut
Hal yang sama dengan Partai Demokrat dan PKS, yang juga sudah melakukan pertemuan dan membuat kesepakatan politik. ”Karena sudah membaca signal politik pusat, tentu kader akan berjuang keras untuk merebut tiket kursi Presiden. Inilah menjadi pemicu untuk mendongkrak perolehan suara dari empat Parpol tersebut, yang kemungkinan menempati puncak perolehan suara terbanyak pada Pemilu 9 April mendatang di Kalteng,” jelas Donny. (***)

Tidak ada komentar: