27 Des 2008

Apa Makna Natal Bagimu?



Oleh: Alfrid Uga



LEBIH dari 2.12 milyard umat Nasrani di dunia setiap bulan Desember merayakan Natal, dan sudah 2008 tahun ini hari kelahiran Yesus Kristus tersebut dirayakan. Namun demikian tak semua umatNya memaknai arti Natal itu sama.

Seseorang pernah mengatakan “Natal memiliki makna yang berbeda untuk orang yang berbeda atau “Christmas means a different thing for a different person”. Penulis berendapat, pernyataan tersebut tidak dapat disangkal.

Perbedaan tersebut kontras terlihat. Orang yang berstatus pejabat negara, misalnya Gubernur, memaknai Natal berarti open house. Kepala dinas, kepala badan di lingkungan SKPD yang dipimpin Gubernur, memaknai Natal berarti sibuk, sibuk mendamping Gubernur menerima tamu di Rumah Jabatan.

Orang kaya memaknai Natal juga punya cara sendiri, pertama soal menu makanan yang super mewah, yang kedua tamu-tamu datang mengucapkan selamat Natal yang diharapkan datang tentu orang-orang dari kalangan kaya. Mereka tak mengharapkan orang miskin yang datang, walapun mereka tak kuasa melarang orang miskin datang bertamu.

Kelompok Pendeta, Penetua Diakon dan aktivis Gereja, memaknai Natal juga berbeda. Pendeta, sibuk pelayanan dan memimpin ibadah Natal di Gereja, Rumah untuk kelompok keluarga tertentu, dan bahkan besar harapan dapat job memimpin ibadah Natal keluarga-keluarga besar, seperti Partai Politik, Perusahan, dan Natal lingkungan pemerintahan. Ini semata karena mengejar honor yang lebih besar.

Bagi Penatua Diakon, dan aktivis Gereja, barangkali Natal berarti melakukan berbagai macam kesibukan, mulai dari menghias Gereja dengan berbagai dekorasi yang indah dan asesoris yang mahal, termasuk menghias pohon terang. Selain itu, ada juga kesibukan paduan suara, latihan drama, latihan menari atau berbagai jenis aktivitas lainnya.

Setda, Asisten, Kepala Biro, Kepala Dinas, Kepala Badan, hingga sampai ke pimpinan proyek, memaknai Natal berarti bagaimana sebanyak-banyaknya memberi bantuan Natal bagi orang yang membutuhkan, meski tak jelas dari mana asal dana yang diberikan.

Begitu sebaliknya, kepada pimpinan masing-masing, mereka rela mengeluarkan dana yang cukup besar untuk membeli parsel hadiah Natal, atau setidaknya rela membiayai seluruh kebutuhan Natal pimpinannya. Mulai dari pernak-pernik Natal hingga ke menu masakan Natal.

Sikap dermawan, para kpejabat Negara ini sering dimanfaatkan kelopok Jurnalistik dan LSM. Kelompok ini memaknai Natal berarti bulannya Tunjangan Hari Raya (THR). Mereka rela datang dari satu kantor-kekantor yang lainnya memburu THR. Celakanya, pemburu THR tak hanya dari kelompok Nasrani tetapi juga dari kelompok agama lainnya.

Anak-anak kecil, Natal berarti hadiah, di mana pada saat Natal, dia selalu mendapatkan barang baru, seperti baju baru, sepatu baru. Tanpa semua itu, rasanya, Natal belum tiba. Untung pengamalam masa kecil penulis tidak demikian, karena memang kondisi ekonomi tak mungkin menuntut barang serba baru.

Nah itu semua, pertanyaan kritis dapat diberikan. Apakah tanpa semua itu, Natal menjadi tidak sah? Apakah orang-orang yang sibuk, bahkan dapat disebut super sibuk selama Natal telah menjamin adanya Natal yang sejati?
Dalam kenyataannya, tidak demikian.

Ada cukup banyak orang yang setelah sibuk dengan berbagai kegiatan Natal, selain mengalami kelelahan, tidak mengalami apa-apa. Segera setelah Desember lewat dan memasuki Januari, segala kesibukan tersebut berakhir, simbol-simbol Natal, seperti pohon terang pun tidak lagi terlihat, puji-pujianpun jarang terdengar terkecuali di Gereja dan rumah saat ibadah berlangsung.

Dengan demikian apa yang masih tersisa? Barangkali, jawabnya bisa sangat menyedihkan. Tidak ada yang tersisa. Hati kosong, tetap kosong dan bahkan semakin kosong. Orang-orang yang berbuat dosa, tetap berbuat dosa! Dalam kondisi demikian, Natal bukan saja menjadi tidak bermakna, tapi bahkan sesat makna. (***)

20 Des 2008

MENJUAL KEPERAWANAN ?


Oleh: Endro S Effendi (Kaltim Pos Group Radar Sampit)


WANITA itu berjalan agak ragu memasuki hotel berbintang lima . Sang petugas satpam yang berdiri di samping pintu hotel menangkap kecurigaan pada wanita itu.

Tapi dia hanya memandang saja dengan awas ke arah langkah wanita itu yang kemudian mengambil tempat duduk di lounge yang agak di pojok.

Petugas satpam itu memperhatikan sekian lama, ada sesuatu yang harus dicurigainya terhadap wanita itu. Karena dua kali waiter mendatanginya tapi, wanita itu hanya menggelengkan kepala. Mejanya masih kosong. Tak ada yang dipesan. Lantas untuk apa wanita itu duduk seorang diri. Adakah seseorang yang sedang ditunggunya.
Petugas satpam itu mulai berpikir bahwa wanita itu bukanlah tipe wanita nakal yang biasa mencari mangsa di hotel ini. Usianya nampak belum terlalu dewasa. Tapi tak bisa dibilang anak-anak. Sekitar usia remaja yang t engah beranjak dewasa.
Setelah sekian lama, akhirnya memaksa petugas satpam itu untuk mendekati meja wanita itu dan bertanya:
'' Maaf, nona ... Apakah anda sedang menunggu seseorang? "
'' Tidak! '' Jawab wanita itu sambil mengalihkan wajahnya ke tempat lain.
'' Lantas untuk apa anda duduk di sini?"
'' Apakah tidak boleh? '' Wanita itu mulai memandang ke arah sang petugas satpam..
'' Maaf, Nona. Ini tempat berkelas dan hanya diperuntukan bagi orang yang ingin menikmati layanan kami.''
'' Maksud, bapak? "
'' Anda harus memesan sesuatu untuk bisa duduk disini ''
'' Nanti saya akan pesan setelah saya ada uang. Tapi sekarang, izinkanlah saya duduk di sini untuk sesuatu yang akan saya jual ''
Kata wanita itu dengan suara lambat.
'' Jual? Apakah anda menjual sesuatu di sini? ''
Petugas satpam itu memperhatikan wanita itu. Tak nampak ada barang yang akan dijual. Mungkin wanita ini adalah pramuniaga yang hanya membawa bro sur.
'' Ok, lah. Apapun yang akan anda jual, ini bukanlah tempat untuk berjualan. Mohon mengerti. ''
'' Saya ingin menjual diri saya, '' Kata wanita itu dengan tegas sambil menatap dalam-dalam kearah petugas satpam itu.
Petugas satpam itu terkesima sambil melihat ke kiri dan ke kanan.
'' Mari ikut saya, '' Kata petugas satpam itu memberikan isyarat dengan tangannya.
Wanita itu menangkap sesuatu tindakan kooperativ karena ada secuil senyum di wajah petugas satpam itu. Tanpa ragu wanita itu melangkah mengikuti petugas satpam itu.
Di koridor hotel itu terdapat kursi yang hanya untuk satu orang. Di sebelahnya ada telepon antar ruangan yang tersedia khusus bagi pengunjung yang ingin menghubungi penghuni kamar di hotel ini. Di tempat inilah deal berlangsung.
'' Apakah anda serius? ''
'' Saya serius '' Jawab wanita itu tegas.
'' Berapa tarif yang anda minta? ''
'' Setinggi-tingginya. .' '
'' Mengapa?" Petugas satpam itu terkejut sambil menatap wanita itu.
'' Saya masih perawan ''
'' Perawan? '' Sekarang petugas satpam itu benar-benar terperanjat. Tapi
wajahnya berseri. Peluang emas untuk mendapatkan rezeki berlebih hari ini.. Pikirnya
'' Bagaimana saya tahu anda masih perawan?''
'' Gampang sekali. Semua pria dewasa tahu membedakan mana perawan dan mana bukan.. Ya kan ...''
'' Kalau tidak terbukti? "
'' Tidak usah bayar ...''
'' Baiklah ...'' Petugas satpam itu menghela napas. Kemudian melirik ke kiri dan ke kanan.
'' Saya akan membantu mendapatkan pria kaya yang ingin membeli keperawanan anda. ''
'' Cobalah. ''
'' Berapa tarif yang diminta? ''
'' Setinggi-tingginya. ''
'' Berapa? ''
'' Setinggi-tingginya. Saya tidak tahu berapa? ''
'' Baiklah. Saya akan tawarkan kepada tamu hotel ini. Tunggu sebentar ya.''
Petugas satpam itu berlalu dari hadapan wanita itu.
Tak berapa lama kemudian, petugas satpam itu datang lagi dengan wajah cerah.
'' Saya sudah dapatkan seorang penawar. Dia minta Rp. 5 juta. Bagaimana? ''
'' Tidak adakah yang lebih tinggi? ''
'' Ini termasuk yang tertinggi, '' Petugas satpam itu mencoba meyakinkan.
'' Saya ingin yang lebih tinggi...''
'' Baiklah. Tunggu disini ...'' Petugas satpam itu berlalu.

Tak berapa lama petugas satpam itu datang lagi dengan wajah lebih berseri.

'' Saya dapatkan harga yang lebih tinggi. Rp. 6 juta rupiah. Bagaimana? ''

'' Tidak adakah yang lebih tinggi? ''
'' Nona, ini harga sangat pantas untuk anda. Cobalah bayangkan, bila anda diperkosa oleh pria, anda tidak akan mendapatkan apa apa. Atau andai perawan anda diambil oleh pacar anda, andapun tidak akan mendapatkan apa apa, kecuali janji. Dengan uang Rp. 6 juta anda akan menikmati layanan hotel berbintang untuk semalam dan keesokan paginya anda bisa melupakan semuanya
dengan membawa uang banyak. Dan lagi, anda juga telah berbuat baik terhadap saya. Karena saya akan mendapatkan komisi dari transaksi ini dari tamu hotel. Adilkan. Kita sama-sama butuh ... ''
'' Saya ingin tawaran tertinggi ... '' Jawab wanita itu, tanpa peduli dengan celoteh petugas satpam itu.
Petugas satpam itu terdiam. Namun tidak kehilangan semangat.
'' Baiklah, saya akan carikan tamu lainnya. Tapi sebaiknya anda ikut saya. Tolong kancing baju anda disingkapkan sedikit.
Agar ada sesuatu yang memancing mata orang untuk membeli. '' Kata petugas satpam itu dengan agak kesal.
Wanita itu tak peduli dengan saran petugas satpam itu tapi tetap mengikuti langkah petugas satpam itu memasuki lift.
Pintu kamar hotel itu terbuka. Dari dalam nampak pria bermata sipit agak berumur tersenyum menatap mereka berdua.
'' Ini yang saya maksud, tuan. Apakah tuan berminat? " Kata petugas satpam itu dengan sopan.
Pria bermata sipit itu menatap dengan seksama ke sekujur tubuh wanita itu ...
'' Berapa? '' Tanya pria itu kepada Wanita itu.
'' Setinggi-tingginya '' Jawab wanita itu dengan tegas.
'' Berapa harga tertinggi yang sudah ditawar orang? '' Kata pria itu kepada sang petugas satpam.
'' Rp.. 6 juta, tuan ''
'' Kalau begitu saya berani dengan harga Rp. 7 juta untuk semalam. ''
Wanita itu terdiam.
Petugas satpam itu memandang ke arah wanita itu dan berharap ada jawaban bagus dari wanita itu.
'' Bagaimana? '' tanya pria itu.
''Saya ingin lebih tinggi lagi ...'' Kata wanita itu.
Petugas satpam itu tersenyum kecut.
'' Bawa pergi wanita ini. '' Kata pria itu kepada petugas satpam sambil
menutup pintu kamar dengan keras.
'' Nona, anda telah membuat saya kesal. Apakah anda benar benar ingin menjual? ''
'' Tentu! ''
'' Kalau begitu mengapa anda menolak harga tertinggi itu ... ''
'' Saya minta yang lebih tinggi lagi ...''
Petugas satpam itu menghela napas panjang. Seakan menahan emosi. Dia pun tak ingin kesempatan ini hilang.
Dicobanya untuk tetap membuat wanita itu merasa nyaman bersamanya.
'' Kalau begitu, kamu tunggu di tempat tadi saja, ya. Saya akan mencoba mencari penawar yang lainnya. ''
Di lobi hotel, petugas satpam itu berusaha memandang satu per satu pria yang ada. Berusaha mencari langganan yang biasa memesan wanita melaluinya.
Sudah sekian lama, tak ada yang nampak dikenalnya. Namun, tak begitu jauh dari hadapannya ada seorang pria yang sedang berbicara lewat telepon genggamnya.
'' Bukankah kemarin saya sudah kasih kamu uang 25 juta Rupiah. Apakah itu tidak cukup? " Terdengar suara pria itu berbicara.
Wajah pria itu nampak masam seketika

'' Datanglah kemari. Saya tunggu. Saya kangen kamu. Kan sudah seminggu lebih kita engga ketemu, ya sayang?! ''
Kini petugas satpam itu tahu, bahwa pria itu sedang berbicara dengan wanita.
Kemudian, dilihatnya, pria itu menutup teleponnya. Ada kekesalan di wajah pria itu.
Dengan tenang, petugas satpam itu berkata kepada Pria itu: '' Pak, apakah anda butuh wanita ... ??? ''
Pria itu menatap sekilas kearah petugas satpam dan kemudian memalingkan wajahnya.
'' Ada wanita yang duduk disana, '' Petugas satpam itu menujuk kearah wanita tadi.
Petugas satpam itu tak kehilangan akal untuk memanfaatkan peluang ini.
"Dia masih perawan..''
Pria itu mendekati petugas satpam itu.
Wajah mereka hanya berjarak setengah meter. '' Benarkah itu? ''
'' Benar, pak. ''
'' Kalau begitu kenalkan saya dengan wanita itu ... ''
'' Dengan senang hati. Tapi, pak ...Wanita itu minta harga setinggi tingginya.''
'' Saya tidak peduli ... '' Pria itu menjawab dengan tegas.
Pria itu menyalami hangat wanita itu.

'' Bapak ini siap membayar berapapun yang kamu minta. Nah, sekarang seriuslah ....'' Kata petugas satpam itu dengan nada kesal.
'' Mari kita bicara di kamar saja.'' Kata pria itu sambil menyisipkan uang kepada petugas satpam itu.
Wanita itu mengikuti pria itu menuju kamarnya.

Di dalam kamar ...

'' Beritahu berapa harga yang kamu minta? ''
'' Seharga untuk kesembuhan ibu saya dari penyakit ''
'' Maksud kamu? ''
'' Saya ingin menjual satu satunya harta dan kehormatan saya untuk kesembuhan ibu saya. Itulah cara saya berterima kasih ....''
'' Hanya itu ...''
'' Ya ...! ''
Pria itu memperhatikan wajah wanita itu. Nampak terlalu muda untuk menjual kehormatannya. Wanita ini tidak menjual cintanya. Tidak pula menjual penderitaannya. Tidak! Dia hanya ingin tampil sebagai petarung gagah berani di tengah kehidupan sosial yang tak lagi gratis. Pria ini sadar, bahwa di hadapannya ada sesuatu kehormatan yang tak ternilai. Melebihi dari kehormatan sebuah perawan bagi wanita. Yaitu keteguhan untuk sebuah pengorbanan tanpa ada rasa sesal. Wanta ini tidak melawan gelombang laut melainkan ikut kemana gelombang membawa dia pergi. Ada kepasrahan diatas keyakinan tak tertandingi. Bahwa kehormatan akan selalu bernilai dan dibeli oleh orang terhormat pula dengan cara-cara terhormat.
'' Siapa nama kamu? ''
'' Itu tidak penting. Sebutkanlah harga yang bisa bapak bayar ... '' Kata wanita itu
'' Saya tak bisa menyebutkan harganya. Karena kamu bukanlah sesuatu yang pantas ditawar. ''
''Kalau begitu, tidak ada kesepakatan! ''
'' Ada ! " Kata pria itu seketika.
'' Sebutkan! ''
'' Saya membayar keberanianmu. Itulah yang dapat saya beli dari kamu.
Terimalah uang ini.
Jumlahnya lebih dari cukup untuk membawa ibumu ke rumah sakit.
Dan sekarang pulanglah ... '' Kata pria itu sambil menyerahkan uang dari dalam tas kerjanya.
'' Saya tidak mengerti ...''
'' Selama ini saya selalu memanjakan istri simpanan saya.
Dia menikmati semua pemberian saya tapi dia tak pernah berterima kasih.
Selalu memeras. Sekali saya memberi maka selamanya dia selalu meminta.
Tapi hari ini, saya bisa membeli rasa terima kasih dari seorang wanita yang gagah berani untuk berkorban bagi orang tuanya.
Ini suatu kehormatan yang tak ada nilainya bila saya bisa membayar ...''
'' Dan, apakah bapak ikhlas...? ''
'' Apakah uang itu kurang? ''
'' Lebih dari cukup, pak ... ''
'' Sebelum kamu pergi, boleh saya bertanya satu hal? ''
'' Silahkan ...''
'' Mengapa kamu begitu beraninya ... ''
'' Siapa bilang saya berani. Saya takut pak ...

Tapi lebih dari seminggu saya berupaya mendapatkan cara untuk membawa ibu saya ke rumah sakit dan semuanya gagal.
Ketika saya mengambil keputusan untuk menjual kehormatan saya maka itu bukanlah karena dorongan nafsu.
Bukan pula pertimbangan akal saya yang `bodoh` ... Saya hanya bersikap dan berbuat untuk sebuah keyakinan ... ''
'' Keyakinan apa? ''
'' Jika kita ikhlas berkorban untuk ibu atau siapa saja, maka Tuhan lah yang akan menjaga kehormatan kita ... '' Wanita itu kemudian melangkah keluar kamar.
Sebelum sampai di pintu wanita itu berkata:
'' Lantas apa yang bapak dapat dari membeli ini ... ''
'' Kesadaran... '' .. . .

Di sebuah rumah di pemukiman kumuh. Seorang ibu yang sedang terbaring sakit dikejutkan oleh dekapan hangat anaknya.
'' Kamu sudah pulang, nak ''
'' Ya, bu ... ''
'' Kemana saja kamu, nak ... ???''
'' Menjual sesuatu, bu ... ''
'' Apa yang kamu jual?'' Ibu itu menampakkan wajah keheranan. Tapi wanita muda itu hanya tersenyum ...
Hidup sebagai yatim lagi miskin terlalu sia-sia untuk diratapi di tengah kehidupan yang serba pongah ini.

Di tengah situasi yang tak ada lagi yang gratis. Semua orang berdagang. Membeli dan menjual adalah keseharian yang tak bisa dielakan. Tapi Tuhan selalu memberi tanpa pamrih, tanpa perhitungan ....


'' Kini saatnya ibu untuk berobat ... ''
Digendongnya ibunya dari pembaringan, sambil berkata: '' Tuhan telah membeli yang saya jual... ''.
Taksi yang tadi ditumpanginya dari hotel masih setia menunggu di depan rumahnya. Dimasukannya ibunya ke dalam taksi dengan hati-hati dan berkata kepada supir taksi: '' Antar kami kerumah sakit ...''

19 Des 2008

Daerah Hanya Akan Ada Satu Koran yang Bertahan

Laporan: Abi (Radar Banjar)

Jakarta-Krisis global mengancam keberlanngsungan koran di daerah. Ke depan hanya akan ada satu koran yang mengkristalisasi alias dapat survive di daerah masing-masing.
Kita atau grup kompetitor lain yang hancur (Radar Banjarmaasin atau B Post, red).
Ancaman ini tidak main-main, langsung dikatakan Kordinator Jawa Pos Baihaqi, tadi malam. “Mulai tahun 2009 hanya akan ada satu koran yang bertahan disetiap daerah,” ucapnya.
Lalu bagimanana hubungannya dengan nasib koran kita saat ini? Ujar Cak Haqi bila kita hanya sekedar prihatin tanpa ada gerakan, koran kita akan tinggal nama.
Sekedar diketahui saja ujarnya, saat ini koran Sindo (Seputar Indonesia) saja sebenarnya sudah mati. Meski terus terbit, tapi sejatinya mati. “Terbitnya hanya sekedar saja,” ceritanya. “Sama seperti yang ditulis Pak Dahlan terkait koran Chicago Tribune yang saat ini sudah mati, ada baca ‘kan,” ujarnya.
Krisis global memang memukul industri koran, kesimpulan ini didapatkannya setelah rapat seluruh Korlip dan Redpel Jawa Pos Group di Jakarta, Minggu malam kemarin. Penuturan itu seperti diucapkan langsung Pak Dahlan Iskan, ucapnya.
Caranya saat ini kita mesti bekerja extra lebih untuk mempertahankan atau ingin menjadi satu-satunya koran yang bertahan di daerah. “Bila bisa kita bekerja dituntut menghasilkan satu cangkir kopi, itu mesti ditambah lagi, harus menghasilkan dua cangkir kopi, meski yang dipakai hanya satu cangkir kopinya saja,” bebernya.
Intinyakan koran itu sebuah produk, bila produknya tidak diminati orang atau pembaca bagaimana pun tampilannya, semua usaha pemasaran akan jadi sia-sia.
Nah, di Radar Banjarmasin, inginnya pembaca itu seperti apa contohnya. “Yang tahu ya kalian sendiri lah,” ucapnya.
Lalu di Radar Banjarmasin terkait adanya halaman kerjasama (kontrak), itu memang sudah sejak lama didiskusikan grup Jawa Pos. “Kerjasamanya tetap terus jalan, tapi yang diubah jangan lagi fotonya bupati potong pita atau bupati meletakkan batu pertama, ambil sisi lainnya,” ujarnya.
Kretivitas reporter disini dituntut mampu menyajikan yang tidak lagi seperti itu, meski masih halaman kerjasama. Tidak masalah ada halaman kerjasama, sepanjang penampilannya mampu memikat pembaca. “Baik cara penulisan yang diubah atau itu tadi fotonya juga diubah,” ucapnya.
Memang di Banua koran kita masih belum sekuat B Post, namun menurut Cak Haqi ada sebenarnya peluang yang belum tergarap koran musuh. “Nah yang belum tergarap musuh, lagi-lagi yang tahu kalian,” ujarnya lagi. Ulun kada tahu jua pang yang kaya apa peluang itu nang belum kita garap, mungkin ada kawan di banau nang tahu kondisi musuh saat ini. “Bila itu sudah ditemukan, garap sisi tersebut, itu yang dilakukan Jawa Pos ketika mengalahkan koran (Baca Surabaya Post) kuat saat Jawa Pos belum jaya, mestinya Radar Banjarmasin bisa seperti itu juga,” anjurnya.
Kedepan bisnis koran akan semakin sulit dan persaingannya akan semakin ketat. “Akan hanya satu koran yang hidup di daerah, percaya saja,” sebutnya. Mudahan ai kita kawa mengalahkan koran musuh. “Semangat saja tidak perlu atau hanya prihatin saja tidak cukup, mesti sudah harus menjadi gerakan semua,” ujarnya.
Menarik yang diucapkan Mas Leak yang nimbrung saat diskusi di Basement Graha Pena, ia mencoba membandingkan Radar Banjarmasin dengan B Post, katanya koran kita masih jauh tertinggal dari kompetitor, entah dari mana ia pernah melihatnya.
“Koran itu konstektual, hari ini dengan esok beda penggarapannya, disini dituntut orang-orang yang kreatif, itu mengapa Jawa Pos temanya selalu ada yang baru,” ucap pria yang dipercaya menjadi Pimpred Radar Surabaya ini.
Di Jawa Timur, Jawa Pos sangat-sangat kuat, sama kuatnya seperti Kompas di Jakarta. Kuatnya itu sebegini, menurut kacamata saya 98 persen, nah yang 2 persen itu yang coba kami garap di Radar Surabaya. Itu juga yang digarap koran lainnya seperti Surya, Memo dan koran-koran kecil lainnya di Surabaya ini. “Kami memperbutkan yang 2 persen itu saja,” ujar Mas Leak.
Di daerah-daerah itu, rasanya tidak ada yang sekuat Jawa Pos di Jawa Timur yang hampir-hampir saja tidak bisa ditembus koran apapun, meski Kompas menampilkan halaman khusus Jawa Timur, tidak akan mudah tergantikan.
“Peluang di daerah itu masih terbuka lebar, gap-nya mungkin 60-40 persen, bisa koran kita yang diatas atau musuh, kalau ada yang benar-benar kreatif menggarap, dia akan menjadi yang terkuat, jawabannya tentunya di anda sendiri,” ucapnya.
Di Banua kita rasanya peluang itu masih terbuka lebar tidak seperti Jawa Pos yang sangat kuat di Jawa Timur, hampir tidak ada yang mampu menyainginya.
Mudah-mudahan saja, -ulun kada tahu jua pang caranya masih mengalahkan koran musuh-, tapi dari sharing kita barataan, kalu ada tatamu cara mengambil peluang yang masih belum ada di koran musuh. Baik dari sisi pemberitaan atau perwajahan halaman atau yang lain-lainnya. Intinya produk kita harus disukai pasar. (***)

17 Des 2008

Kiki Idola Cilik Tampil Memesona



Dimalam Natal Bersama Telkomsel Regional Kalimantan

Laporan: Alfrid Uga

PALANGKA RAYA- Perayaan Natal bersama Telkomsel Regional Kalimantan yang dilaksanakan di Aula Batang Garing Palangka Raya, Selasa (16/12) malam lalu terasa istimewa dengan hadirnya artis asal Manado, Kiki Idola Cilik yang kini hijrah ke Jakarta setelah menyandang status artis.
 
Pemilik nama asli Patrick Rizky Egeten ini, tampil memesona sebagai bintang tamu. Ia sukses membawa lima judul lagu-lagu hit bernuasa religi, yakni Selamat Natal Mama Papa, Kasihmu Seperti Fajar, Karena Kita, Yau Raise Mie Up, dan yang terakhir Hai Dunia Gembiralah.
Kehadiran pertama KIKI diatas panggung secara diam-diam menyelinap dibelakang paduan suara dari GraPARI Palangka Raya, cukup membuat kaget ribuan anak-anak tuhan yang hadir mengukiti Perayaan Natal dimalam itu.
 
Tembang pertama, Selamat Natal Mama Papa, cukup membuata suasana hening dan mengharukan, namun tak lama kemudian secara tiba-tiba suara berubah ramai, banyak yang hadir saat itu, terutama anak-anak panti asuhan berteriak histeris dengan memanggil nama Kiki. ”Kiki..Kiki...,” teriak anak-anak panti.
 
Tembang kedua, Kasihmu Seperti Fajar yang diangkat dari album religi Engel Karamaoy, tak kalah hebohnya, bahkan mampu menghipnotis ribuan anak tuhan yang hadir pada saat itu.
Tak sebatas hanya anak-anak panti asuhan yang terhipnotis, tamu-tamu penting, seperti Staf Ahli Gubernur Kalteng Tepilus Anggen, Ketua Komisi B DPRD Kalteng Srie Alfianti dan Pendeta Nelson CV Rembet.
Bahkan kedua orang petinggi Telkomsel Regional Kalimantan ini, yakni Pjs GM Sales dan CS Telkomsel Dandi Tarigan dan GM Network Operasional Samuel Pasaribu juga turut larut dalam keheningan, meski sesekali tersenyum melihat tingkah pola Kiki Idola Cilik yang terlihat sedikit malu saat tampil di panggung.
Sebelum masuk pada tembang ketiga, Karena Kita, KIKI sempat menceritrakan pengalamannya ketika berada di pentas Idola Cilik. Saat itu ia masuk dalam lima besar hampir saja tidak manggung karena sakit, namun berkat doa dari kedua orang tua, Martin Egeten (Ayah), Vaitha Rengku (Ibu) dan Keluarga, serta masyarkat Manado, ia pun sembuh dan bisa tampil.
”Saat masuk lima besar KIKI sempat sakit. KIKI sempat berpikir untuk tidak tampil,namun karena berkat tuhan yang dipanjatkan oleh kedua orang tua KIKI dan keluarga serta masyarakat Manado, sakait saya disembuhkan, sehingga akhirnya saya bisa tampil,” cerita KIKI.
Pada tembang yang ketiga ini KIKI, memberanikan dirinya turun panggung menyapa para penggemarnya, bahkan beberapa anak panti diajak ikut bernyanyi. Dalam kesemapatan itu, seorang ibu yang juga penggemar KIKI meraih dan memeluk tubuh KIKI yang kecil lalu menciumnya. Ibu tersebut sempat mengucapkan doa.
”KIKI doa ibu selalu menyertaimu. Semoga tuhan memberkati kamu, memberi kekuatan dan kesehatan, jadilah anak tuhan dan terang bagi dunia,” katanya, terbata-bata, dengan sedikit meneteskan air mata.
Tembang yang keempat, Yau Raise Mie UP tak kalah hebohnya, bahkan KIKI tampil memukau. Pada tembang penutup, Hai Dunia Bergembiralah, secara sepontan KIKI mengajak anak-anak panti bergambung dan naik keatas panggung.
Berjumlah sekitar 20 orang anak-anak panti yang ikut naik ke atas panmggung larut dalam suasana gembira bernyanyi bersama KIKI. Usai menyanyikan lagu, KIKI pun memberi kesempatan kepada anak-anak panti mendokumentasikan kebersaaam tersebut.
”Suara KIKI keren bangat selalu bikin hati merinding. Duhhh.. susyah deh untuk mengungkapnya dgn kata-kata. Besok-besok diundang lagi ya...,” ungkap salah seorang anak panti.
Sebelumnya, Pjs GM Sales dan CS Telkomsel Dandi Tarigan Regional Kalimantan, kepada Radar Sampit, mengatakan, acara ini akan diselenggarakan setiap tahun bahkan sudah menjadi program rutin tahunan yang diberi nama program Telkomsel Ibadah.
”Program Telkomsel Ibadah, merupakan bentuk kepedulian Telkomsel terhadap karyawan mapun pelanggan, baik beragama Nasrani, Islam, Hindu dan Buda. Bentuknya macam-macam, Kalau Islam diberikan dalam bentuk Umroh/Naik Haji, kalau beragama Hindu dalam kunjungan religi ke India, Nasrani kunjungan suci ke Jerusalem, hal yang sama kepada Budha,” tuturnya. (***)

2009, Dibangun Rel Kereta Api Sepanjang 185 KM

Oleh: Alfrid Uga

PALANGKA RAYA- Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang mengungkapkan tahun 2009 mendatang akan dimulai pembangunan konstruksi rel Kereta Api tahap pertama sepanjang 185 kilimeter.
 
Menurut Gubernur, pembangunan rel Kererta Api tersebut sangat mendesak guna mengangkut bahan galian tambang berupa batu bara di dan perencananaannya sudah dimulai dari tahun 2007 lalu.
“ Rencana pembangunan rel kereta api ini sudah direncanakan sejak tahun 2007 lalu. Untuk tahap pertama ini akan dibangun di wilayah Mangkatip Kabupaten Barito Selatan sepanjang 185 kilometer,” ujarnya, kepada sejumlah wartawan di Gedung Batang Garing, usai membuka rapat kerja pertambangan se-Kalteng di Palangka Raya, Senin (15/12) kemarin.
Gubernur mengungkapkan, alokasi anggaran untuk pembangunan rel kereta api tersebut murni dari pihak Swasta, dan tidak menggunakan dana APBD ataupun ABPN, dan akan dibuka tender bagi perusahaan yang akan membangun rel kereta api di Kalimantan Tengah tersebut.
“Ini merupakan modus satu-satunya di Indonesia, tidak ada provinsi lain yang melakukan pembangunan rel kereta api murni dari pihak swasta,“ ujarnya.
Dia mengatakan, apabila sudah terbangun kontruksi rel kereta api nantinya, maka akan ada hak preoregatif dari Pemerintah Provinsi Kalteng untuk melarang pemngangkutan bahan tambang menggunakan jalan lain selain menggunakan jalur rel kereta api tersebut.
Dibagian lain, Gubernur mensinyalir saat ini banyak bahan galian batu bara keluar dari Kalteng tidak sesuai dengan Izin Pengangkutan dan pengelolaan Bahan Galian (IP2BG), sehingga batu bara tersebut ilegal.
Sementara itu, ketua Asosiasi Pengusaha Tambang (APTA) Kalteng, Sukardono mengatakan akibat dampak krisis yang terjadi sejak dua bulan lalu, batu bara jenis impor dengan kualitas tinggi mengalami hambatan atau macet.
“Banyak stokfile batu bara di lokasi pertambangan yang menumpuk akibat tidak dimpor karena terkena dampak krisis global, namun untuk permintaan dalam negeri tetap normal terutama bata bara yang digunakan oleh pihak PLTU,” imbuhnya. (***)

Beredar Video, Guru Aniaya Murid

Oleh: Alfrid Uga

PALANGKA RAYA-Dunia pendidikan kembali tercoreng oleh ulah seorang guru. Hanya karena siswa diangap tidak tertib dan sulit diatur, seorang guru SMU Suasta di Kota Palangka Raya tega menempeleng wajah muridnya satu persatu.
 
Peristiwa ini diketahui dari beredarnya video berduari 48 detik. Video tersebut merekam kekejaman seorang guru terhadap muridnya di sekolah suasta di Jalan Diponegoro, depan Bundaran Kecil Palangka Raya, pada Jumat (12/12) pagi lalu.
 
Dari video tersebut terlihat seorang oknum guru yang diketahui namanya berinisial EM, memukul satu persatu muridnya dibagian wajah, kepala dan badan, meski dengan menggunakan tangan. Tidak kurang dari 15 orang murid yang terkena pukul.
 
Akibat penganiayaan tersebut, beberapa murid mengalami luka dibagian pelipis matanya, dan luka lebam dibagian wajahnya. Walapun demikian, hingga saat ini belum satupun dari korban melaporkan peristiwa penganiayaan tersebut kepada pihak kepolisian.
 
Saat dikonfirmasi dengan pihak sekolah. Kepada sejumlah wartwan, Kepala Sekolah Drs Elsanto Agustinus, membantah anak buahnya EM melakukan penganiayaan terhadap murid-muridnya. ”Tidak mungkin seorang guru menyakiti muridnya,” ujar Elsanto, Selasa (16/12) kemarin.
 
Elsanto mengaku kaget kenapa sekolahnya didatangi sejumlah wartwan, padahal dia sebelumnya tidak mengetahui duduk persoalan, setelah dia mendapat klarifikasi dari EM ternyata apa yang dilakukan oleh EM tidak seperti yang dituduhkan.
 
Dia mengungkapkan, sebagaimana mengutip pengakuan dari EM pada saat itu, EM sedang menertibkan siswa siswinya, karena berdasarkan lapiran guru-guru yang lainnya susah ditertipkan bahkan ada yang lari bersembunyi, padahal sat itu guru ingin menyampaikan pengumuman penting.
 
”Karena ingin cepat siswa saling dorong. Demikian dengan EM, meminta mereka cepat berkumpul sambil mendorong-dorong, mungkin karena dorongngan tersebut, secara tidak sengaja ada yang terkena jari tangan dibian wajahnya. Jadi tidak ada yang lukaberdarah mapun luka lebam,” tutur Elsanto, mengutip pengakuan EM.
 
Ditegaskan kemabili oleh Elsanto, apa yang dilakukan oleh EM semata mendidik dan menertip siswa-siswinya yang saat itu dianggap tidak tertip dan melawan permintaan guru untuk berkumpul mendengarkan pengumuman yang hendak disampaikan oleh pihak sekolah.
 
”Ada yang penting mau disampaikan oleh pihak sekolah. Sementara siswa susah ditertipkan bahkan ada yang sembunyi, maknya EM diminta oleh pihak guru untuk menertibkannya. Jadi tidak ada niat untuk memukul, atau menyakiti murid. Siapa sih yang mau menyakiti murid sendiri,” imbuh Elsanto, seraya membela EM. (***)
 

15 Des 2008

Ratusan Ribu Belum Dimusnahkan


Dari Dalam Kawasan TNS
Oleh: Alfrid Uga

PALANGKA RAYA
Sebanyak 107.211 dari 578.360 batang kayu log ilegal di kawasan Taman Nasional Sebangau (TNS) hingga kini belum mampu dimusnahkan. Kayu-kayu tersebut hasil operasi gabungan terhadap pembalakan liar di kawasan TNS pada Juli 2006 lalu.

Menurut Kepala Balai TNS, Drasospolino, meski pihaknya sudah berusaha keras melakukan pemusnahan terhadap kayu ilegal tersut, namun pihaknya tetap tidak mampu melakukan pemusnahan secara total dalam waktu yang singkat.
“Selain jumlahnya banyak, personil yang dimiliki balai TNS juga sangat terbatas. Jadi, harus bertahap, walpun sudah selama dua tahun ini, kayunya pun masih ter dari sisa 107.211 dari 578.360 batang kayu log ilegal yang berhasil diamankan petugas keluar dari kawasan,” ujarnya, kemarin.
Mantan Manager Project Konservasi Sebangau, WWF Indonesia Kalimantan Tengah ini, mengungkapkan selain jumlah kayu yang banyak dan terbatas personil juga minimnya biaya pemusnahan secara masal, walupun sebelumnya sudah dilakukan pemusnahan secara masal dengan biaya yang tidak sedikit jumlahnya, yakni hingga ratusan juta rupiah. Oleh karenanya kayu sisa pemusnahan secara masala tersebut dilakukan pemusnahan secara bertahap.
“10 hari sekali, dilakukan patroli rutin secara bergantian oleh petugas konservasi. Dari patroli itu, sekaligus dimusnahan bagi kayu-kayu yang larut di sungai. Kami menargetkan, pada 10 hari patroli, petugas dapat memusnahkan 1.500 batang kayu. Harapannya, di tahun 2009 mendatang tidak lagi ada kayu tersisa yang bisa dimanfaatkan,” ungkapnya.
Drasospolino yang dipanggil akrap Ino, mengutarakan dari 578.360 batang kayu log ilegal tersebut, petugas juga berhasil mengamankan 600 ribu batang kayu log ilegal di luar kawasan TNS, yakni di Sungai Muara Bulan, Kabupaten Katingan pada tahun yang sama. “Karena lokasi temuan berada diluar areal TNS, 600 ribu kayu log sudah dilelang,” ucapnya.
Ditanya apa upaya pemulihan kawasan, Ino mengemukakan, dari 568.700 hektar (ha) kawasan TNS, 66 ribu atau 12% nya telah kritis dan perlu penanganan intesif. Alasannya, selain wilayah itu merupakan habitat orang utan liar terbesar di Pulau Kalimantan, Hutan Sebangau juga banyak dianggap sebagai emisi karbon dunia.
“Prioritas kami dalam mengelola TNS, menjadikan hutan tetap lestari yang dapat memberikan kemanfaatan bagi masyarakat luas, tidak hanya di Indonesia tapi, juga masyarakat dunia. Jadi, hutan jangan hanya dipandang dari sisi ekonominya saja, tapi juga harus dilihat dari sisi lain yakni, menyetabilkan iklim dunia,” imbuhnya.
Bagi dia, berbicara manfaat ekonomi dari hutan, adalah hal yang instan. Sebab, nilai kayu dari hutan hanya 10% saja dirinya menilai, hasil hutan berupa kayu hanya dapat dirasakan segelintir orang saja dan tidak bisa dirasakan orang banyak.
Ino berani membuktikan apa yang telah diucapkanya tersebut, selain untuk menjaga iklim agar tetep stabil, hutan juga memiliki nilai ekonomi lain yakni, dengan ditemukannya 66 jenis tumbuhan obat-obatan di TNS oleh LIPI. Tak hanya itu, sumber biota yang berada di dalam kawasan TNS jua banyak dimanfaatkan masyarakat setempat misalnya, getah jelutung, rotan, gemor, ikan sungai dan lain-lain.
“Lewat ekowisata, Hutan Sebangau juga telah menjadikan ekonomi masyarakat berkelanjutan, dimana wisatawan yang mau menanam bisa membeli tanaman hutan yang bibitnya disemai dari masyarakat setempat. Selain itu, untuk menuju lokasi penanaman, wisatawan pun bisa menyewa jukung (perahu) dari masyarakat, begitu juga terhadap penginapan. Jadi, kepentingan masyarakat lokal untuk membangun ekonominya benar-benar bisa dirasakan,” ungkapnya.(***)

Keluarga Jauh Terasa Dekat Dengan Selular


Tema Photo:
Selular dan Kebutuhan Masyarakat Menengah Kebawah


Tukang Photo:

Uga

Lokasi Photo:
Lokasi Pertambangan Rakyat, Desa Sepang Simin Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas


Teks Photo:
Dibawah pondok, Yono (25) seorang penambang emas tradisional. Disela-sela istirahat bahkan terlihat masih belum kering keringat usai santap siang, dengan asiknya membaca dan membalas satu persatu pesan singkat yag masuk dari teman dan keluarganya di Banyuwangi Jawa Timur, setelah sekian jam ditinggal bekerja, Minggu (7/12).

Pentingnya Selular Bagi Juru Masak


Tema Photo:
Selular dan Kebutuhan Masyarakat Menengah Kebawah

Tukang Photo:
Uga

Lokasi Photo:
Lokasi Pertambangan Rakyat, Desa Sepang Simin Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas


Teks Photo:
Meski berfropesi sebagai juru masak, Ratmi (32) menganggap selular merupakan kebutuhan yang sangat penting dalam menunjang fropesinya. Setidaknya dengan seluler, ia tidak harus bolak-balik sepanjang 2 Km dari pondok ke lokasi tambang memberitahukan pekerja bahwa makanan sudah siap. Tampak disamping kanan duduk sebuah HP yang siap mengantar pesan maupun menerima pesan, Minggu (7/12).

13 Des 2008

Tukang Ojekpun Tak Mau Jauh Dari Selular


Tema Photo:
Selular dan Kebutuhan Masyarakat Menengah Kebawah

Tukang Photo:
Uga

Lokasi Photo:
Lokasi Pertambangan Rakyat, Desa Sepang Simin Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas

Teks Photo:
Penggunaan seluler tak mengenal waktu dan tempat, sepanjang signal terjangkau. Diatas panggung kasbuk (bagian dari alat yang digunakan untuk meangkap emas, red), Jhon Kenedi (33) seorang tukang ojek sedang berkomunikasi dengan seorang sopir travel, ia menyampaikan pesan dari Warsito (32) penambang emas tradisional, bahwa Warsito minta dijemput karena ingin milir dari Desa Sepang Simin menuju Palangka Raya sore hari itu juga, Minggu (7/12).

10 Des 2008

DPRD Provinsi Dukung Pemindahan Ibu Kota Negara RI

Wakil Ketua DPRD Provinsi: Secara Geografis Kalteng Sangat Tepat
Laporan: Alfrid Uga

PALANGKA RAYA-Wacana pemindahan ibu kota negara RI ke luar pulau jawa, yakni Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali dihembuskan. Bahkan baru-baru ini beredar isue meskipun belum jelas kapan waktunya, menyebutkan tim dari pusat akan turun ke Kalteng melakukan survei kelayakan, apakah Kalteng layak atau tidak sebagai ibukota negara RI.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalteng, H Bambang Suryadi, SE. MSi, menyambut baik, meski ia mengaku juga belum tahu siapa saja dalam tim yang akan melakukan survei awal tentang kelayakan kota Palangka Raya sebagai ibukota negara RI.

”Dari informasi yang saya terima memang ada tim survei kelayakan yang turun ke Kalteng. Namun saya belum mengetahui siapa saja yang terlibat dalam tim survei tersebut, tetapi yang pasti secara pribadi mapun kelembagaan mendukung wacana pemindahan ibu kota negara RI ke wilayah Kalteng,” ujarnya, ketika dibincangi Radar Sampit, Jumat (10/12) kemarin.

Menurut Bambang, Provinsi Kalteng dilihat dari letak geografis yang terletak ditengah-tengah pulau kalaimantan, luas wilayah satu setengah pulau jawa, jumlah penduduk yang minim, yakni 2 juta jiwa, sangat layak dijadikan ibu kota negara RI.

”Dulu pada peletakan batu pertama pembangunan Kota Palangka Raya Presdien RI Bung Karno pernah menyampaikan pemikirannya, bahwa Kota Palangka Raya kelak akan menjadi ibu kota negara RI, hal tersebut dilihat dari letak geografisnya, apalagi kota Palangka Raya saat itu dibuka ditengah hutan,” katanya.

Lebih lanjut Bambang mengungkapkan, selain letak geografis yang strategis berada ditengah-tengah pulau kalimantan, jika ditinjau dari segi kemanan puas pemerintahan dari gangguan negara luar, Kalteng sangat aman, karena wilayahnya jauh dan tidak berbatasan langsung dengan negera-negara luar.

”Ditinjau dari segi apapun, Kalteng sangat tepat menjadi ibu kota negara RI. Soal infrastruktur yang ada tidak perlu di kawatirkan, secara otomatis bila benar terjadi pemindahan ibukota negara RI nantinya, pembangunan dibidang infrastruktur akan mengukiti,” jelas, Bambang seraya berharap terjadi.

Bambang menambahkan, sebagaiman informasi yang diterimanya baik dari media massa mapun dari rekannya sesama anggota dewan di pusat, menyebutkan dari perhitungan sementara biaya pemindahan ibu kota negara menghabiskas anggaran sebesar kurang lebih Rp 50 trilliun, namun demikian jumlah tersebut jangan dipermasalahkan karena hasilnya untuk jangka panjang dan demi keaman negara.

”Kalau kita membaca di media massa jumlah tersebut setara dengan jumlah biaya yang ditanggung setiap tahun oleh negara, akibat banjir, kemacetan, urbanisasi serta tingkat kriminalisasi di JakaRta saat ini, yakni sebesar Rp kurang lebih Rp 43 triliun per tahun. Jadi intinya lebih baik pindah saja ibu kota negara RI ke Kalteng,” imbuhnya.(***)

9 Des 2008

2008, Kejaksaan Tangani 41 Kasus Korupsi

Laporan: Alfrid Uga

PALANGKA RAYA-Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Tengah, HM Syabrani Guzali, mengungkapkan hingga tahun 2008 Kejati menangani 18 kasus korupsi. Dari delapan belas kasus korupsi tersebut, 7 kasus dalam penuntutan di pengadilan negri (PN), dan 11 kasus dalam penyidikan .

Syabrani merinci, ketujuh kasus tersebut, 5 orang diantaranya langsung dalam penyidikan dan penyelidikan oleh Kejati Kalteng, sedangkan dua lainnya limpahan dari Polda Kalteng, yakni terkait kasus korupsi pembangunan pelabuhan kereng bangkirai dan penyuapan atau gratifikasi terhadap Polisi.

“Dengan demikian jumlah yang sudah dilimpahkan dan sudah dalam tahap penuntutan sebanyak 7 kasus. Sedangkan untuk tahun 2008,” ujarnya, kepada sejumlah wartawan usai upacara memperingati Hari Anti Korupsi sedunia, Selasa (9/12) kemarin.

Sementara itu, tutur Kepala Kejati Kalteng, ditingkat Kejaksaan Negri (Kejari) se-Kalteng sebanyak 23 kasus. Dari dua puluh tiga kasus tersebut juga ada yang sedang dalam penyelidikan dan penuntutan di PN setempat. “Dengan demikian kasus korupsi yang ditangani untuk seluruh Kalteng sebanyak 41 kausus,” tuturnya.

Akibat dari 41 kasus korupsi di Kalteng tersebut negara dirugikan sebanyak kurang lebih Rp 10 Milyar. “Total kerugian yang ditimbulkan akibat kasus-kasus tersebut berjumlah Rp 10 Milyar,” katanya yang didampingi sejumlah Asisten di lingkungan Kajati Kalteng.

Syabrani membeberkan, ada 7 nama yang terlibat korupsi yang kini sedang dalam penuntutan di PN untuk tahun 2008, yakni Hasanul Toembak mantan Sekwan dan Sunti, keduanya terlibat kasus korupsi di Sekretariat Dewan DPRD Provinsi Kalteng.

Selain itu, Brata Jaya dan Bambang keduanya terlibat kasus dugaan korupsi bantuan rumah. Sedangkan yang kelima, adalah mantan Sekwan Kbaupaten Katingan Supardi DJ Nihin, terlibat kasus penyalaha gunaan dana auransi kesehatan.

“Dua nama lainya, seperti Burhanudin Hasibuan tersangka kasus dugaan korupsi pelabuhan bereng bengkel, dan yang satunya lagi terlibat kasus penyuapan terhadap anggota polisis,” beber Syabrani.

Sementara itu, pelaksanaan hari anti korupsi yang digelar oleh Kejati Kalteng berlangsung khidmat, acara juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Ahmad Diran, Ketua DPRD Propinsi Kalimantan Tengah R Atu Narang, Walikota Palangka Raya Riban Satia, serta sejumlah unsur muspida laiinya.

Dalam sambutannya, Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah, mengatakan, hari anti korupsi sedunia tanggal 9 Desember ditetapkan menjadi hari anti korupsi seduania dalam kaitan dibukanya konfrensi Tingkat Tinggi untuk dimulainya penandatangan oleh beberapa negaera dan organisasi internasional atas konvensi anti korupsi.

Korupsi digolongkan sebagai kejahatan luar biasa, sehingga dalam upaya penanggulanganya pun tidak lagi dilakukan secara biasa melainya dengan cara yang luar biasa.

Selain melakukan Apel Hari anti Korupsi, Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah juga membagi-bagikan stiker anti korupsi kepada para pengguna jalan, serta kaos anti korupsi. (***)

Pengangkatan Jaksa Tipikor Direspons Positif

Disarankan Fokus Memeriksa Anggota DPRD Provinsi

Laporan: Alfrid Uga

PALANGKA RAYA-Keseriusan Kejati Kalimantan Tengah memberantas tindak pidana korupsi tak perlu diragukan lagi, ini terbukti dengan diangkatnya 12 orang Jaksa tindak pidana korupsi (Tipikor).

Kebijakan sekaligus gebrakan yang tergolong baru dalam penegakan tindak pidana korupsi di Kalimantan Tengah ini mendapat respos positif dari kalangan pengamat hukum dan Non Government Organisations (NGOs) di Kalteng. Namun demikian bukan berarti tak mendapat kritik.

Pengamat hukum dan politik Sugi Santosa, SH.MHum, menyambut baik dan mendukung gebrakan yang diambil Kejati Kalteng membongkar tindak pidana korupsi di Kalteng, dengan mengangkat 12 orang Jaksa Tipikor. Meski ia menyebutkan, belum mengetahui trek record Jaksa yang dipilih dan diangkat tersebut.

Pengecara senior yang juga Ketua DPD PNBK Indoensia Provinsi Kalteng ini berharap 12 Jaksa yang dipilih dan diangkat menjadi anggota Tim Tipikor dapat menarik pelajaran dari kasus yang menimpa Jaksa terbaik Urip Tri Gunawan, dimana telah mencoreng Crops Kejaksaan RI.

”Mudah-mudahan para Jaksa Tipikor ini tidak tersentuh suap, penyimpangan dimana menyebabkan kinerja kejaksaan menjadi lemah dan tercoreng kembali seperti yang dilakukan oleh Jaksa Urip,” ujarnya. Kepada Rada Sampit, ketika ditemui di kediamannya Jalan H Ikap, Selasa (9/12) kemarin.

Sugi mengaku, meski ia tidak mengetahui trek record Jaksa, namun ia tidak meragukan fropesionalisme kejaksaan, oleh karena itu ia berharap para kejaksaan tersebut mempunyai integritas yang tinggi dan ada kesungguhan memberantas korupsi yang sudah mengakar di lingkungan pemerintahan di Kalteng.

Dia berharap Tim Tipikor yang dibentuk dapat menggandeng lembaga independen lainnya seperti NGOs/LSM anti korupsi dan media masa untuk membantu mengungkapkan tindak pidana korupsi di Kalteng. ”Setidaknya peran NGOs/LSM dan media massa dapat memberi informasi awal tentang tindak pidana korupsi. Selanjutnya untuk penyelidikan dan penyidikan dilakukan oleh Tipikor,” kata Sugi.

Dia menambahkan, bila melihat kejadian korupsi di DPR-RI yang terungkap selama ini, mungkin juga terjadi di DPRD Provinsi mapun di DPRD Kabupaten/Kota. Oleh karena itu, ia berharap Tipikor bisa mempokuskan penyelidikan dan penyidikan terhadap anggota dewan.

Menurut dia ada banyak modusnya korupsi yang digunakan oleh anggota dewan, mulai dari penyalah gunaan anggaran dengan marup berbagai belanja dan biaya perjalanan, penyuapan, merekayasa anggaran belanja proyek padahal tidak dibutuhkan oleh rakyat, dan menggolkan proyek tertentu atas pesanan rekanan.

”Kalau Tim Tipikor kalah langkah dengan KPK, berarti rekrutmen yang sudah memakan biaya dan tenaga yang cukup besar itu tidak ada gunanya. Kami tunggu kinerja dalam tiga bulan, apakah mampu membongkar kasus korupsi yang baru, termasuk membongkar kasus korupsi yang mandek, seperti kasus kredit macet di Bank Pembangunan Kalteng dan menyeret sejumlah anggota dewan yang terlibat korupsi seperti di DPRD Provinsi, Kabupaten Katingan dan yang baru di DPRD Kota Palangka Raya,” pungkasnya.

Ditempat terpisah, Koordiantor Jaringan Independen Untuk Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan (JARi) Provinsi Kalteng, Heri Musatafa alis Akri, juga berpendapat yang sama, bahkan ia mendukung 100 persen pembentukan Tim Tipikor yang dibentuk Kajati Kalteng, HM Syabrani Guzali.

Namun demikian, pria keturunan Jawa dan Ambon (Jambon) ini menyayangkan, Tim Tipikor yang dibentuk hanya dari kalangan kejaksaan, menurut dia semestinya melibatkan kelompok NGOs, Media Massa, dan Kalangan Akademisi yang memiliki pandangan, visi dan misi dalam memberantas tindak pidana korupsi, meski tidak masuk dalam ranah penyidikan.

”Kelompok independen tersebut cukup berperan mengumpulkan informasi, bukti lapangan. Sedangkan, Jaksa yang melakukan penyidikan dan penuntutan di pengadilan,” imbuh Akri yang juga Anggota Dewan Daerah Walhi Kalteng, membidangi hukum dan politik. (***)

Kejati Serius Berantas Korupsi


12 Jaksa Dilantik Jadi Tim Penyidik Khusus Tipikor
Laporan: Haris L (Radar Sampit)

PALANGKA RAYA- Kejaksaan Tinggi Provinsi Kalteng makin garang. Agar lebih serius dan lebih fokus memberantas tindak pidana korupsi (tipikor), Kajati Kalteng HM Syabrani Guzali kemarin melantik 12 orang jaksa pilihan sebagai tim penyidik khusus tipikor, di gedung Kejati lantai dua.
Duabelas jaksa andalan ini ditunjuk langsung oleh Jaksa Agung RI, setelah sebelumnya sebanyak 35 orang yang diajukan disaring pejabat Kejagung. ”Sebenarnya keputusan itu dari Jaksa Agung, saya sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi hanya meng-SK-kan saja,” ujar Syabrani seusai melantik.
Dia menegaskan, meskipun yang dipilih hanya 12 orang, bukan berarti jaksa yang lain tidak ikut dilibatkan dalam penanganan kasus-kasus korupsi. Hanya saja, imbuh Kajati, tim yang baru saja dilantik ini merupakan jaksa prioritas untuk menyidik perkara-perkara tipikor di bumi Kalteng.
”Mereka adalah ujung tombak yang diberi kewenangan khusus dari Kejagung memberantas korupsi di daerah Kalimantan Tengah. Dengan adanya tim ini, kita bisa memantau kinerja masing-masing Kejari. Kajari yang dianggap belum mampu menuntaskan pidana korupsi di daerah, tim ini akan turun melihat. Jadi, targetnya pemberantasan korupsi sampai tuntas,” tandasnya.
Tim penyidik tipikor itu dibagi menjadi dua. Enam orang ditugaskan bergerak di sektor perbankan keuangan dan layanan umum. Sedang enam jaksa lainnya khusus di sektor informatika teknologi, barang dan jasa.
Keduabelas jaksa tersebut; Sudiyanto SH koordinator sektor perbankan keuangan dan layanan umum. Anggotanya antara lain Nur Slamet SH MH, Sriyanto SH, Yanti Kristiana SH, Herwan Purwoko SH, dan Dwi Setiawan SH.
Koordinator sektor informatika teknologi, barang dan jasa dipilih Agustinus Wijono D SH. Sementara para anggotanya, I Gde Ngurah Sriada SH, Kristiano SH, Endah Dwi Hastuti SH, Jonny Panggabean SH, dan I Putu Rudina Artana SH.
Kajati Kalteng berharap, tim penyidik tipikor ini dapat bekerja dengan baik sesuai perintah undang-undang dan aturan. Ia mengingatkan, jaksa penyidik harus selalu memperhatikan asas praduga tidak bersalah. Harus cermat, teliti dan korek dalam menangasi kasus.
”Tapi, kalau kita sudah punya alat bukti yang sah dan menghadirkan dua alat bukti, harus ditahan. Jangan sampai dibiarkan perkara itu mengendap bertahun-tahun dan menjadi tunggakan bagi kita Kejati Kalteng,” pintanya. (***)

3 Des 2008

Jalan Khusus Perusahaan, 2009 Fungsional

Laporan: Alfrid Uga

PALANGKA RAYA-Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang memastikan, tahun 2010 tidak ada lagi truk perusahaan pengangkut CPO, Tandan Buah Kelapa Sawit, Biji Besi dan truk pengangkut hasil hutan berupa kayu lalu lalang dijalan negara.

Menurut Gubernur Kalteng, jalan khusus pengangkut hasil produksi ketiga jenis perusahan tersebut selesai dibangun dan sudah fungsionl tahun 2009, terutama di tiga wilayah kabupaten, yakni Kabupaten Kotawaringin Barat, Lamandau dan Gungung Mas.

Kepastian tersebut, disampaikan Gubernur usai memimpin rapat koordiansi pemerintah provinsi Kalteng dengan pemerintah Kobar, Lamandau Gunung Mas dan investor bidang kehutanan, perkebunan dan pertambangan, tentang pembangunan jalan khusus, di Palangka Raya, Rabu (3/12) Kemarin.

Dalam rapat koordinasi tersebut, ditandatangi kesepakatan bersama anatara Pekab Kobar, Pemkab Lamandau, Pemkab Gunung Mas, Ketua DPRD Lamandau, Ketua DPRD Kobar, Ketua DPRD Gunung Mas dan ketiga dari perwakilan perusahan pertamabangan, perkebunan dan kehutanan, bahwa sepakat finalisasi rencana pembanguan jalan selesai 31 Desember 2008.

”Kita tidak lagi berbicara teknis di tahun 2009, semua habis ditahun 2008. Untuk tahun 2009 kita buka lembaran baru bagaiaman memulai pembangunan jalan hingga selesai,” ungkap Teras.

Teras menyebutkan, karena kesepakatan sudah ditandatangi oleh masing-masing kepala daerah dan juga Ketua DPRD setempat. Maka ia berencana kesepakatan tersebut dapat menjadi dasar Pemprov mengeluarkan Peraturan Gubernur. ”Hasil kesepakatan yang sudah ditandatangi menjadi Peraturan Gubernur. Saya menargetkan Peraturan Gubernur selesai 14 Januari 2009,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalteng, Ir Ober Gultom dalam paparannya, berdasarkan hasil rapat koordinasi sebelumnya antara Pemkab Kobar, Lamandau dan dengan ketiga jenis perusahan mengatakan. Panjang jalan yang akan dibangun mulai dari Kobar hingga Lamandau kurang lebih 373 Km.

Dijelaskan Ober, panjang jalan yang direncakana untuk dibangun daerah Kobar kurang lebih 197 KM yaitu terdiri dari jalan HPH, baik yang aktif mapun non aktif, kemudian ada juga jalan perkebunan dan juga ada pembuatan jalan baru dengan lebar rata-rata 15 meter.

Sedangkan terase untuk wilayah Kotawaringin Barat, menurut Ober, khususnya ruas A dari Rantau Pulut menuju Samanggang yang menggunakan jalan HPH aktif 19 KM dan yang non aktif 20 KM sehingga jumlahnya 39 KM. Kemudian ruas B yaitu dari Nanga Mua menuju Semanggang eks HPH sepanjang 16 KM dan yang masih aktif panjangnya 29 KM dan ditambah jalan kebun 8,41 KM sehingga total panjang 51 KM.

Kemudian ruas C dari Seamanggang menuju Pabrik Bubur Kertas di Bumi Harjo merupakan jalan baru kurang lebih 19 KM. ”Ini dinamakan menrod khusus wilayah timur dari pada Kotawaringin Barat,” ktanya.

Selanjutnya, ruas D dari Rangda menuju Simpang Sungai Rangit panjangnya jalan 27 KM yang merupakan eks HPH dan jalan kebun kurang lebih 25 KM sehingga totalnya 52 KM dan kemudian ruas E dari Semanggang menuju Sungai Rangit Jaya yang merupakan eks HPH 49 KM dan jalan Kebun 10 KM ditambah jalan baru direncanakan 19 Km, sehingga total panjang 78 Km.

” Untuk ruas F dari Sungai Rangit menuju Bumi Harjo total jalan baru 8,47 KM sehingga panjang jalan untuk Kotawaringin Barat eks HPH 65 Km, HPH aktif 48 Km, kebun 43 km dan jalan baru 41 Km sehingga totalnya kurang lebih 1 97 KM,” jelasnya.

Selanjutnya tambah, Ober, untuk Kabupaten Lamandau, sudah disepakati ada 3 ruas jalan menrod, dengan panjang jalan kurang lebih 56 KM sedangkan ke arah atas yang merupakan jalan cabang panjangnya sekitar 120 KM. Jadi dengan demikian total panjang jalan di Lamandau 176 Km semua jalan ini merupakan HPH aktif. ”Biasanya jalan semakin keatas semakin mengecil. Untuk simpang jalan ketas ini lebar jalannya kurang lebih 10 meter sedangkan dibawahnya 15 meter,” tutur Ober.

Mantan Kepala Dinas PU Provinsi Kalteng ini kembali menjelaskan secara rinci. Menurutnya jalan khsusu di Lamdau terdiri daritiga ruas jalan. Untuk ruas A, mulai dari simpang Baruta ke simpang Perigi panjangnya kurang lebih 10 KM. Selanjutnya, ruas Bmulai dari simpang Perigi menuju Simpang Korindo III dengan pajang jalan 21 Km.

”Untuk ruas jalan C Simpang Korindo III menuju Bumi Harjo, kemudian dihubungkan lagi keatas, kita beri nama sekunder road danyang menarik bahwa daerah Lamandau keatas merupakan daerah HPH aktif dari daripada Kabupaten Seruyan yang ternyata Seruyan juga memiliki potensi perkebunan dan menghubungkan dengan Kotawaringin Timur dan bahkan ke Gunung Mas,” pungkasnya. (***)

2 Des 2008

Akhir Desember, RTRWP Tuntas

Tim Terpadu dari Pusat akan Turun ke Kalteng
Laporan: Haris Lesmana (Radar Sampit)

PALANGKA RAYA- Mudahan saja kabar ini bukan isapan jempol. Setelah terkatung hampir dua tahun dan janji-janji pemerintah selalu molor, Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) Kalimantan Tengah diyakini akan tuntas selambatnya akhir Bulan Desember 2008.
Untuk memastikan kabar tersebut, tanggal 19-20 Desember mendatang, tim terpadu percepatan penyelesaian RTRWP dari pusat dijadwalkan turun ke Kalteng. Tim yang terdiri dari berbagai elemen mulai Dephut, peneliti LIPI, maupun anggota DPR RI itu akan melakukan verifikasi lahan-lahan bermasalah di Bumi Tambun Bungai.
“Tim terpadu akan memverifikasi lahan seluas 2,6 juta dari lahan bermasalah 7,4 juta hektare di Kalteng. Kenapa hanya 2,6 juta yang diverifikasi, karena mungkin lahan-lahan itulah yang dianggap paling bermasalah, sedangkan yang lain masih agak ringan,” kata anggota Komisi IV DPR RI, H Rusnain Yahya kepada Radar Sampit di kediamannya di Palangka Raya, kemarin.
Anggota Fraksi PPP dari Dapil Kalteng itu menginformasikan, antara Gubernur Kalteng A Teras Narang dan Menteri Kehutanan sudah ada kesepakatan. Keduanya sepakat agar RTRWP Kalteng segera diselesaikan. Kedatangan tim terpadu ini menurut Rusnain juga sudah berkoordinasi dengan Pemprov Kalteng melalui Ketua Bapedda Provinsi, Syahrin Daulay.
“Harapan Komisi IV, mudah-mudahan akhir Desember ini semua bisa diselesaikan. Lahan-lahan yang sudah clear, tetap disepakati bersama menjadi lahan clear. Lahan yang bermasalah, penyelesaian ditempuh menurut aturan hukum yang berlaku,” terangnya seraya menyebutkan jumlah lahan di Kalteng seluruhnya mencapai 15 juta hektare.
Ia menandaskan, masalah RTRWP yang belum tuntas ini memang menimbulkan dampak yang sangat besar. Selain Provinsi Kalteng, juga ada 12 provinsi lain di Indonesia yang pembangunannya mengalami stagnan gara-gara RTRWP belum disahkan. Banyak investor yang mau masuk menanam investasi menjadi ragu-ragu, akibat tumpang tindih lahan dan terbentur masalah perizinan.
Rusnain yang juga anggota Majelis Pertimbangan PPP Pusat menambahkan, tim terpadu nanti tidak turun di Palangka Raya. Begitu terbang dari Jakarta, rombongan akan mendarat di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat. Selanjutnya, menyisir ke beberapa daerah kabupaten baru kemudian masuk ke ibu kota Provinsi Kalteng, Palangka Raya.
Pada saat bersamaan, lanjut dia, sejumlah anggota Komisi IV DPR RI juga akan datang ke Kobar. Komisi IV DPR akan mengadakan pertemuan bersama Pemkab setempat membahas evaluasi pelaksanaan APBD tahun anggaran 2008 yang sudah berjalan. (***)

Giliran Pejabat Katingan Ditahan Kejati

Bersama Seorang LSM Diduga Korupsi Proyek
Laporan: Haris Lesmana (Radar Sampit)

PALANGKA RAYA- Satu per satu pejabat terindikasi koruptor diciduk. Setelah Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Gunung Mas Siwer W Goening Silly, Senin (1/12) siang kemarin giliran pejabat Kabupaten Katingan ditahan aparat Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Kalteng.
Ir Yabinhad, Kepala Bidang Perkebunan pada Dinas Pertanian dan Perkebunan Katingan langsung dijebloskan ke Rutan Klas II-A Palangka Raya usai menjalani pemeriksaan selama tiga jam di ruang penyidik. Selain Yabinhad, Kejati juga menahan seorang pengurus lembaga swadaya masyarakat (LSM), Soyeng Asang. Keduanya diduga terlibat kasus korupsi proyek di lingkungan Pemkab Katingan.
Informasi yang diperoleh Radar Sampit menyebutkan, Yabinhad diduga kuat telah melakukan tindak pidana korupsi dalam proyek pengadaan benih unggul di Dinas Pertanian dan Perkebunan pada tahun 2006 lalu. Proyek itu bernilai sebesar Rp 800 juta. Namun, karena diselewengkan, akibatnya negara mengalami kerugian sekitar Rp 200 juta.
Para tersangka ditahan setelah pihak Kejaksaan melakukan pemanggilan terhadap keduanya. Yabinhad dan Soyeng Asang menjalani pemeriksaan mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB. Kedua tersangka diperiksa di ruangan pidana khusus.
Usai menjalani pemeriksaan, Yabinhad yang saat itu mengenakan kemeja lengan pendek dan dikawal petugas Kejati, masuk ke dalam mobil kijang Innova warna perak langsung menuju Rutan. Mereka menutup wajah dan berusaha menghindar saat sejumlah wartawan berusaha mewawancarai. Bahkan, salah satu tersangka sempat memukul kamera seorang wartawan elektronik yang saat itu sedang meliput.
Asisten Pidana Khusus Kejati Kalteng Yuqaiyum Hasib mengatakan, keduanya ditahan karena telah memenuhi tiga unsur alat bukti atas keterlibatannya dalam kasus tersebut. Keduanya sementara dititipkan di Rutan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. (***)