10 Jan 2010

Diran: Jangan Takut Konsumsi Ayam

Laporan: Alfrid U

PALANGKA RAYA-
Warga masyarakat di ditiga wilayah, yakni Kapuas, Pulang Pisau dan Palangka Raya mulai ketakutan mengkonsumsi daging ayam menyusul ditemukannya virus flu burung (Avian Influensa/AI) yang menyerang ribuan ternak ayam.
Menannggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Achmad Diran mengimbau warga setempat tidak takut mengkonsumsi ayam meski wabah mematikan tersebut menyerang ternak ayam. “Sepanjang ayam itu dimasak dengan cara yang benar hingga matang, maka daging itu akan aman dan flu burung tidak akan menular sampai ke manusia,” kata Diran di Palangka Raya, kemarin.
Mantan Bupati Barito Selatan tersebut berharap warga tidak serta merta menilai bahwa semua ayam di wilayah itu telah terjangkit virus flu burung yang mematikan itu sehingga menolak mengkonsumsi ayam.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng dr Don FB Leiden mengatakan berjangkitnya flu burung pada ribuan unggas di beberapa daerah di Kalteng tersebut masih belum dilaporkan menular hingga ke manusia.
Dinas Kesehatan juga memastikan semua kabupaten/kota saat ini telah memiliki stok tamiflu dalam jumlah cukup untuk pelayanan medis awal untuk penanganan dugaan flu burung sehingga diharapkan pasien dapat tertangani sedini mungkin. “Petugas medis baik dokter maupun perawat di sejumlah rumah sakit setempat telah siap dan paham prosedur menangani pasien suspect flu burung,” ungkapnya.
Lebih lanjut dr Don mengatakan, Rumah Sakit yang saat ini menjadi rujukan utama untuk melayani pasien suspect flu burung dan flu babi di Kalteng yakni RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya dan RSUD dr Murjani Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur.
Ditempat terpisah, Direktur RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya mengatakan pihaknya telah siap menangani pasien suspcet flu burung dengan membentuk tim penanganan medis flu burung dan babi secara khusus. “Tim itu telah terlatih menangani penyakit flu babi dan flu burung. Sedangkan ruangan juga telah kami siapkan di ruang isolasi dengan enam tempat tidur,” jelasnya.
Ruang isolasi khusus yang sedianya untuk antisipasi flu burung itu diantaranya terdiri dari tiga kamar tidur pasien, yang dibangun melalui APBN Tahun 2006 lalu, dan ditambah tiga kamar tidur lagi yang dibangun lewat APBN 2007.
“Ruang isolasi juga dilengkapi ventilator (alat bantu pernafasan), alat monitor tekanan darah, nadi, serta rontgen portable yang semuanya khusus berada di ruang isolasi,” pungkasnya. (*/Radar Sampit)

Tidak ada komentar: