27 Agu 2012

 
KUALA KURUN - Jajaran Kepolisian segera bertindak cepat menertibkan truk-truk pengangkut minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) yang melintasi ruas Jalan Kuala Kurun-Palangka Raya. Pasalnya, akibat kelalaian sopir truk, sejumlah pengendara alami kecelakaan lalu lintas (lakalantas). Baru-baru ini salah satu warga Kuala Kurun mengalami kecelakaan hingga patah tulang lengannya lantaran melintasi secara tidak sengaja diatas tumpahan minyak kelapa sawit dari truk CPO sejumlah Perusahaan Perkebunan Besar Swasta (PBS) Kelapa Sawit yang ada di wilayah Kecamatan Kurun. Menanggapi hal tersebut, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gumas Ditak Muchtar menyatakan sangat prihatin terhadap ulah para pengemudi truk CPO yang tidak memperhatikan kebocoran pada tangki truk. Menurut dia, tetesan cairan CPO yang ada di badan jalan terutama di tikungan dapat menimbulkan dampak buruk bagi pengguna jalan. Padahal lanjut dia, lintas Palangkaraya-Kuala Kurun, merupakan akses utama bagi masyarakat, terlebih memasuki arus mudik seperti saat ini. Jalur tersebut akan banyak di lalui kendaraan baik roda dua maupun roda empat. "Saat ini cairan CPO banyak bertebaran di lintas Palangkaraya-Kuala Kurun. Bila tidak berhati-hati saat melintasi cairan CPO yang berada di badan jalan, dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas," ungkap Ditak saat dibincangi sejumlah wartawan di kantor DPRD Kabupaten Gumas, Selasa (14/8) siang. Dibeberkannya, beberapa waktu lalu di ruas Jalan Palangka Raya-Kuala Kurun, tepatnya di sekitar Desa Dahian Tambuk, Kecamatan Kurun, serang pengendara sepeda motor, mengalami kecelakaan lalu lintas, saat melintasi cairan CPO yang berhamburan di badan jalan. Akibatnya pengendara tersebut mengalami luka yang cukup serius. "Kebetulan yang kecelakaan saat melintasi cairan CPO, adalah keponakan saya sendiri. Dia mengalami patah tangan dan saat ini kami (keluarga, Red) mempertimbangkan untuk menuntut pihak yang bertanggung jawab," ujar Ditak. Pada kesempatan itu, Ditak juga meminta kepada aparat kepolisian agar bertindak cepat menertibkan truk-truk tanki CPO tersebut. Selain membahayakan pengendara lain karena kebiasaan sopir yang selalu konvoi dengan barisan yang panjang juga akibat tetesan dari minyak sawit tersebut ke atas aspal sangat membahayakan pengendara lainnya. (alf)

Tidak ada komentar: