16 Okt 2010

Kodam XIII Tanjung Pura Gelar Pestani di Unpar

Diharidi Empat Jendral TNI dan Dua Menteri
Laporan: Alfrid Uga
PALANGKA RAYA-
Sedikitnya empat Jenderal TNI dan dua Menteri menghadiri pesta akbar di bidang pertanian bagi para petani muda yang Kodam XII/Tanjung Pura (Tpr), bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Kalteng dan Universitas Palangka Raya (Unpar) pada 22 Oktober mendatang yang dipusatkan di Kampus Unpar.
Epat Jendral TNI tersebut yakni, Kepala Staf Angkatn Darat Jenderal TNI. George Toisutta, Asisten Teroterial Panglima TNI Mayjen TNI. Azmyn Yusri Nasution, Asisten Teroterial Mayjen TNI. Jul Effendi Sjarief dan Pangdam XII/Tanjung Pura Mayjen TNI. Moeldoko. Sedang dua Menteri, yaitu, Menteri Pertanian RI, Suswono serta Menteri Pemuda dan Olahraga RI. Andi Mallarangeng.
Menurut Komandan Korem 102/Pjg, Kolonel Inf. Sukoso Maksum melalui Kepala Penarangan (Penrem) Korem 102/Pjg, Kapten I. Gusti Ngurah Sidemen S.IP kehadiran empat Jendral TNI dan dua Menteri tersebut ke Kota Palangka Raya, Kalteng dalam rangka menghadiri kegiatan Pesta Petani (Pestani) Kalteng yang bakal dihelat 22-25 Oktober mendatang.
“Pesati Kalteng 2010 merupakan yang pertama kalinya diadakan dan akan menjadi agenda tahunan,” ungkap Kapenrem 102/Pjg Kapten I. Gusti Ngurah Sidemen S.IP, kepada sejumlah wartawan dalam jumpa pers di Biro Humas dan Protokos Sekda Provinsi Kalteng, Jumat (15/10) pagi.
Kapenrem 102/Pjg Kapten I. Gusti Ngurah Sidemen S.IP yang didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol Sekda Provinsi Kalteng, Kardinal Tarung ini mengungkapkan, kegiatan yang akan dibuka langsung oleh Menteri Pertanian RI, Suswono pada tanggal 22 Oktober mendatang akan berlangsung mulai pagi hingga malam hari serta dipusatkan di Kampus Unpar.
“Jumlah peserta direncanakan lebih kurang 500 orang terdiri dari perwakilan 14 Kabupaten/Kota se Kalteng serta mahasiswa Fakultas Pertanian Unpar. Adapun kegiatannya, camping campus, pameran, termasuk pameran tanaman unggul ciri khas kabupaten/kota, whorkshop, api unggun, gelar budaya formisng estate dan lain-lainnya,” beber . Gusti Ngurah Sidemen.
Lebih lanjut dikatakannya, sebelum dibukanya acara tersebut oleh Menteri Pertanian kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan kegiatan berupa pemecahan rekor MURI makan buah nenas. “Pestani adalah suatu istilah yang berarti satu kegiatan yang digunakan untuk masyarakat, mengingatkan, mengenang, menghargai dan menghormati fropesi petani yang sangat kita butuhkan perayaannya dalam rangka menciptakan ketahanan pangan nasional,” jelas Kapenrem.
Tujuan dan sasaran dari kegiatan, ucapnya, yakni untuk merobah pola pikir kebanyakan masyarakat bahwa petani adalah labang kemiskinan, hal tersebut semuanya tidak benar. Dia mencontohkan di sejumlah negara, petani justru berdasi, tidak seperti yang di bayangkan kebanyakan orang, bahwa peatni itu miskin.
“Dekonstruksi stigma yang berkembang dalam masyarakat bahwa profesi petani identik dengan kemiskinan, registrasi petani yang sadar teknologi, menjadikan akademisi universitas sebagai advokad bagi dunia pertanian, mendesain desa sebagai desa ilmu pengetahuan, sain pertanian yang ditopang oleh akademisi dan petani itu sendiri,” jelasnya.
“Serta membangkitkan semangat, motivasi daya juang petani Indonesia, khususnya petani muda untuk kembali bekerja keras di bidang pertanian, dalam rangka menciptakan ketahanan pangan, adalah tujuan dari kegiatan ini,” timpal Kapenrem 102/Pjg Kapten I. Gusti Ngurah Sidemen.
Dia menambahkan, ide dari kegiatan ini datang langsung dari Pangdam XIII/Tpr Moeldoko dengan latar belakang pemikiran yang memperhatikan keadaan lingkungan strategis secara global, bahwa perang pada saat ini bukan lagi dalam bentuk pasukan tetapi berbentuk perang ekonomi, pangan, energi dan lain-lain.
“bagi suatu negara yang tidak memiliki ketahanan pangan dan energi akan menjadi negara yang termarjinalkan dalam persaingan global. Disamping itu dengan melihat dalam dimana Indonesia adalah negara yang kaya akan sumberdaya alam, tanahnya subur dan luas tetapi semua itu memerlukan SDM dan regenerasi yang baik dan didukung teknologi yang maju,” ungkapnya. (radar sampit)

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Pestani adalah akal-akalan birokrat dan militer yang mengatas-namakan petani. menghabiskan anggaran publik dengan mencari sensasi rekor muri. masalah mendasar bagi petani khususnya Petani Kalteng adalah perampasan tanah dan konflik sosial yang disebabkan oleh investasi, Sawit dan Batubara. kegiatan tersebut juga tidak melibatkan petani.
Pesta Petani seharusnya dilaksanakan dari, oleh dan untuk petani, dimana ketika petani berdaulat ditanahnya sendiri.
Solidaritas Perjuangan Petani Barito (SPPB)