14 Sep 2009

Pemprov Bantah, Pejabat Tinggalkan Rakyat

Laporan: Alfrid U

PALANGAKA RAYA-
Menanggapi tudingan miring Walhi Kalteng, Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng Tampunah Sinseng melalui Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Kalteng, Kardinal Tarung membantah keras bahwa jajaran pejabat pemprov yang dipimpin Gubernur Kalteng ke Jakarta, tidak memperdulikan dan telah meninggalkan rakyat di tengah bencana.
Menurut Kardinal kepergian para pejabat tersebut, lantaran pertemuan penjajakan pasar pasar (pre market sounding) pembangunan rel kereta api rute Palaci – Bangkuang, yang semula di agendakan di Palangka Raya, batal dilaksanakan lantaran kondisi Kalteng yang tidak memungkinkan pendaratan pesawat membawa rombongan dari Jakarta.
“Kegiatan di Jakarta ini tidak mengindikasikan ketidakpedulian terhadap keadaan yang terjadi di Kalteng sekarang,” ucap Kardinal, seraya menyayangkan tudingan Walhi Kalteng tersebut, yang menganggap pejabat tidak peduli dengan bencana kabut asp di Kalteng.
Ditegaskannya, pemprov, pemkab dan pemko se-Kalteng telah berupaya sepenuhnya untuk mengatasi bencan yang terjadi di Kalteng, dengan mengaktifkan kembali posko-posko kebakaran disemua daerah hingga ke tingkat desa.
“Gubernur sendiri telah mencabut Pergub No 52 tahun 2008. Kemudian melaksanakan deklarasi stop asap, stop kebakaran dan stop bencana. Menyatakan siaga darurat penanggulangan bencana kebakaran, mendatangkan pesawat penyemai hujan buatan dan lainnya, itu semua adalah upaya yang dilakukan untuk mengatasi asap di Kalteng,” tegasnya.
Kardinal menambahkan, tahap penjajakan pasar (pre market sounding) pembangunan rel kereta api rute Palaci – Bangkuang, terpaksa dilaksanakan di Jakarta akibat kondisi yang tidak memungkinkan di Kalteng, padahal, rencana sebelumnya dilaksanakan di Palangka Raya.
“Ini bukan bermaksud menghindar dari bencana, tak ada indikasi seperti itu. Tahap ini harus tetap dilaksanakan dengan tempat yang dipindah ke Jakarta dengan terpaksa,” kata Kardinal.
Menurutnya, apabila tahap penjajakan pasar tersebut ditunda, akan berpengaruh pada tahapan pekerjaan selanjutnya. Selain itu, pre market sounding ini merupakan agenda nasional yang telah dijadwalkan sebelumnya dalam buku biru Bappenas.
Terkait rencana pembangunan rel KA yang tak disetujui Walhi karena dinilai merusak lingkungan, Kardinal mengatakan, pembangunan rel tersebut tidak merusak ekologi dan telah melalui kajian tim di lapangan.
“Pemprov justru berusaha keras menjaga kelestarian alam. Misalnya, saat ada rencana pembangunan rel lintas provinsi Kaltim – Kalteng, Gubernur Kalteng menolak keras rencana pembangunan tersebut karena menabrak hutan lindung,” katanya.
Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang SH sebelumnya mengatakan, terpaksa terpaksa memindahkan acara pre market sounding di Palangka Raya ke Jakarta karena cuaca Kalteng yang masih belum stabil dan masih diselimuti asap. Selain, itu keputusan dan Kepala Bandara Tjilik Riwut menutup sementara bandara juga menjadi pertimbangan.
“Saya sangat sedih dan kecewa, tapi, keputusan ini terpaksa harus ditempuh karena memang dari awal Menteri Bappenas mengharapkan di Jakarta, tapi saya mendorong agar dilaksanakan di Palangka Raya dan telah dikabulkan, namun batal karena asap,” katanya.
Menurutnya, pembatalan acara di Palangka Raya itu, merupakan kerugian bagi daerah ini, pasalnya, undangan yang hadir dari berbagai negara, dengan jumlah peserta keseluruhan mencapai 150 orang termasuk investor asing. (*/Radar Sampit)

Tidak ada komentar: