17 Sep 2009

Bandara Tjilik Riwut Siang Hari Ditutup

Laporan: Alfrid U

PALANGKA RAYA-
Akibat tidak berfungsinya Instrumen Landing System (ILS) yang terpasang di bandar udara (Bandara) Tjilik Riwut sejak 2007 lalu. Penerbangan melalui bandara Tjilik Riwut Palangka Raya kembali ditutup pada siang hari, karena jarak pandang dilandas pacu bandara tertutup kabut asap tebal, terutama pagi hari hingga sore, sehingga tidak memungkinkan pendaratan mapun penerbangan pesawat.
Menurut Pelaksana Harian Kepala Bandara yang juga Kelapa Seksi Pengamanan Bandara Tjilik Ruwut, Sicipto Adi, kondisi ini terjadi empat hari lalu. ”Kita telah menyarakan maskapay penerbangan meresekejule kembali jalwal penerbangan,” ujarnya, kepada sejumlah wartawan di bandara Tjilik Riwut, Senin (14/9) sore.
Diekukakannya jarak pandang aman untuk pendaratan mapun penerbangan 4.000 meter, sementara jarak pandang di Bandara Tjilik Riwut beberapa hari ini, terutama dipagi hari hanya mencapai 100 meter, sedangkan di sore hari sekitara pukul 17.30 Wib hanya mencapai 500 meter.
”Kalu berdasarkan pengamatan kita diatas itu, rata-rata cerah hingga jarak pandang 1.600, sehingga memungkinkan pendaratan mapun penerbangan. Dengan demikian kita menyarakan maskapay penerbangan untuk meresekejule kembali penerbangannya hingga malam hari,” katanya.
Dijelaskannya, Bandara Tjilik Riwut sebenarnya hanya melayani pendaratan mapun penerbangan hanya sampai pukul 16.00 Wib. Namun karena kondisi tidak memungkinkan, jadwal pendaratan dan penerbangan dilayani dengan batas toleransi hingga pukul 22.00 Wib.
” Sesuai aturan, Bandara Tjilik Ruwut hanya melayani sampai jam 16.00 Wib. Tetapi karena ada kendala, maka kita akan melayani sampai jam 22.00 wib. Kondisi ini sudah berlangsung hingga 4 hari,” jelas Sucipto.
Sedangkan, ucap Sucipto, penerbangan yang melayani untuk wilayah Kalteng, dari Kota Palangka Raya kesejumlah Kabupaten lainnya, seperti Seruyan, Barito Utara dan Murung Raya telah lama ditutup. Karena bandara dibeberapa daerah tersebut tidak memungkinkan pasilitasnya untuk pendaratan mapun penerbangan di malam hari.
Dari pantauan Radar Sampit, akibat pesawat tidak bisa melakukan pendaratan mapun penerbangan disiang hari di Bandara Tjilik Riwut, ratusan penumpang tujuan Jakarta, dan Surabaya tertumpuk di termilal bandara Tjilik Riwut, terutama calon penumpang yang berasal dari luar daerah Kota Palangka Raya.
Tugimin, penambang puya dari Kereng pangi Kabupaten Katingan ini bersama keluarganya terlantar di bandara Tjilik Riwut dari pagi hingga sore hari. Padahal menurut jadwal penerbangan ke Surabaya pada siang hari, tetapi hingga sore pesawat Batavia belum juga mendarat di bandara Tjilik Riwut.
Untuk diketahui, ILS atau Sistem Pendaratan Instrumen adalah alat bantu pendaratan pesawat. Alat ini memberikan panduan kepada pesawat yang akan mendarat di landasan, dengan menggunakan kombinasi sinyal radio.
Di banyak tempat, lampu-lampu berintensitas tinggi (high-intensity lighting arrays) agar pesawat dapat mendarat dengan aman dalam keadaan Instrument meteorological conditions (IMC), seperti langint-langit rendah (low ceilings), atau jarak pandang yang kurang karena kabut, hujan, atau salju. (*)

Tidak ada komentar: