24 Okt 2009

Partai Mulai Mengelompok

Jelang Pemilihan Gubernur Kalteng

Laporan: Alfrid uga

PALANGKA RAYA-
Pengelompokan partai politik (parpol) berdasarkan kesamaan asas dan flatfomr menjadi topik pembicaraan hangat dikalangan elit politik. Tentu saja ini terkait dengan pemilihan gubernur (pilgub) Kalteng 2010 mendatang.
Meski begitu, sampai saat ini tak ada satupun parpol yang telah mengukuhkan calon yang akan diusung. Hampir semua parpol masih melakukan konsolidasi dan mengangap belum waktunya untuk memunculkan calon. Setidaknya, ada lima kelompok parpol, yang mulai mengelompokan diri. Kelompok pertama partai nasionalis dengan nasionalis.
Dua parpol yang bakal mengbangun koalisi adalah PDI Perjuangan dengan Partai Demokrat. Sementara Partai Golkar bakal berkoalisi dengan PAN. Disisi lain, PAN juga telah membangun koalisi dengan PPP,Gerindra, Hanura, PBB dan PKB.
”Kami sudah sudah sepakat membangun koalisi mengusung satu nama. Bahkan kesepakatan ini sudah ditandatangi,” ungkap petinggi parpol, yang mewanti-wanti namanya jangan dikorankan. ”Nanti ada waktunya kami akan buka bersama. Sekarang silahkan tulis asalkan jangan menyebut nama saya,” timpalnya.
Terpisah, juru bicara Koalisi 27 Parpol, Sugi Santosa, memastikan pihaknya termasuk dalam kelompok partai nasionalis. Berdasarkan informasi yang ia terima dari lawan-lawan politik pada pemilihan kepala daerah nanti, kelompok partai Islam dan Kristen masing-masing mulai mengelompokkan diri.
Dari hasil pemilu legislatif DPRD Provinsi Kalteng, partai-partai Islam yang bakal bergabung, ada PPP, PKS,PBB, PBR, PKNUI,PMB, dan PNUI, dengan perolehan suara sah sebanyak 14,31 persen. ”Informasi yang berkembang, akan masuk PKB, bila demikian, maka suara delapan parpol Islam ini mencapai 17,38 persen,” ungkapnya.
Kelompok lain yang bakal berkoalisi, pada pemilihan gubernur nanti, juga muncul kelompok koalisi, partai Kristen, seperti PDS dan PKDI Kalteng. Dua partai Kristen dan Katholik ini, memperoleh suara sah pada pemilu legislatif lalu, sebesar 16,32 persen.
”Nah yang perlu dipikirkan sekarang ini, pemilihan gubernur Islam berpasangan dengan Islam, perlu dipikirkan lebih mendalam lagi. Karena 70-80 persen pemilih Islam lebih menyukai partai nasionalis,” imbuhnya. (*/Radar Sampit)

Digelar Serentak 15 November

Tes Tertulis CPNS Se Kalteng

Laporan: Alfrid Uga

PALANGKA RAYA-
Ini kabar yang ditunggu para pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS). Kepala Badan Kepagawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Erman P Ranan memastikan, tes CPNS di Kalteng dilaksanakan serentak pada tanggal 15 November mendatang. Sedangkan lamaran dibuka mulai tanggal 23 Oktober sampai dengan 4 November 2009.
Menurut Erman, berkas administrasi lamaran dikirim melalui kantor pos. Selanjutnya, pengumuman hasil seleksi administrasi di kantor BKPP pada tanggal 7 November 2009. Sementara Pengambilan kartu peserta tes sendiri baru akan dibuka mulai tanggal 9-14 November 2009.
“Jadwal yang sama juga berlaku untuk penerimaan CPNS di kabupetn/kota,” ungkap Erman, ketika disambangi sejumlah waratwan, disela-sela cafe break Rakordal se Kalteng, di Palangka Raya, baru-baru ini.
Terpisah bagian Seleksi dan Formasi, Yoyo, ketika ditemui di ruang kerjanya kemarin, mengatakan terkait soal lokasi tes, sejauh ini belum ada keputusan, semuanya masih dikoordinasikan. Namun, kemungkinan besar lokasi yang digunakan sama seperti tahun sebelumnya yakni, menggunakan Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMP) dan Universitas Palangkaraya (Unpar).
Menyinggung jumlah formasi CPNS di Kalteng untuk ini, Yono mengungkapkan totalnya yang akan diterma mencapai 7.140 orang, belum termasuk formasi khusus untuk tingkat provinsi seperti atlet dan pelatih sebanyak 6 orang.
“Dari total tersebut, formasi terbanyak untuk pelamar guru dengan jumlah mencapai 2.656 orang, disusul tenaga teknis 2.360 orang, kesehatan 1.436 orang, pengangkatan honorer 578 orang, dan sekretaris desa (sekdes) 110 orang,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, berdasarkan kualifikasi yang sudah disusun Menteri Pemberdayaan dan Aparatur Negara (MENPAN) RI, untuk tingkat kabupten/kota minimal diploma dua (D2) dan provinsi minimal D3.
“Sedangkan kualifikasi formasi yang menerima lulusan setara SMA harus atas persetujuan MENPAN RI, adalah asisten apoteker seperti Sekolah Menengah Farmasi (SMF). Tahun ini, pemprov Kalteng mencari 4 orang untuk tenaga asisten apoteker,” jelasnya.
Yoyo mengemukakan, formasi yang disetujui MENPAN RI pada penerimaan CPNS tahun ini jauh lebih banyak bila dibandingkan tahun sebelumnya yang Cuma mencapai 5.000 lebih. “Dengan banyaknya formasi, berarti peluang maupun kesempatan untuk menjadi pegawai negeri di Kalteng terbuka lebar,” pungkasnya.
Sekedar mengingatkan, Kantor Wilayah Departemen Agama (Depag) Kalteng juga membuka 93 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Peserta yang dinyatakan lulus seleksi akan ditempatkan di seluruh wilayah Provinsi Kalteng.
Menurut Kepala Kantor Wilayah Depag Provinsi Kalteng, H Ansari, penerimaan berkas pelamar dimulai sejak, Senin (5/10) lalu dan ditutup pada Selasa (20/10) mendatang. Dari 93 tenaga yang disediakan, ada 67 untuk formasi guru dan 26 formasi untuk tenaga teknis.
Dikemukakannya, penerimaan CPNS yang ajukan Depag Kalteng kali ini, jumlahnya lebih sedikit yang dikabulkan oleh Badan Kepegawaian Nasional (BKN) bila dibanding tahun 2008 lalu, yakni 121 tenaga. Sedangkan kenyataan di lapangan, tenaga yang dibutuhkan untuk Provinsi Kalteng sekitar 6.600 orang lagi.
“Untuk SK CPNS 2008 lalu sudah diterima oleh pelamar yang lulus dan ada 7 yang masih bermasalah karena ijazahnya harus diferivikasi ulang oleh pusat. Sedangkan 3 orang mengundurkan diri, karena mereka juga lulus saat ikut tes di Pemda,” ujarnya ketika disambangi usai peringatan HUT TNI ke-64 di Makorem 102 Panju-Panjung, Senin (5/10) lalu.
Lebih lanjut diungkapkan, sejumlah tenaga yang diterima pada tahun ini, formasi dan penempatannya sudah ditentukan. Prioritasnya adalah untuk kabupaten pemekaran atau sekolah dan Madrasah baru yang statusnya dinegerikan. “Jadi SK penempatan bukan Depag Kalteng yang menentukan tapi sudah dari BKN, dan itu tergantung pelamar sendiri yang memilih lokasi kerjanya nanti,” tegasnya.
Dicontohkan, untuk guru Madrasah Ibtidayah Negeri (MIN) di Kabupaten Pulang Pisau, pelamar langsung melihat formasi dan penempatannya pada lembar pengumuman yang ada. Selain itu, asalkan memiliki KTP Kalteng, pelamar bisa mendaftarkan diri pada Kabupaten manapun.
Selain menerima berkas pelamar via pos, Depag juga menerima secara setangan, baik melalui Kantor Depag di Kabupaten/Kota maupun Depag Kalteng.
“Untuk pelamar yang menggunakan jasa pos, harus memasukkan amplop plus perangko untuk balasan,” pungkasnya. (Kantor Wilayah Departemen Agama (Depag) Kalimantan Tengah (Kalteng) membuka 93 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang akan ditempatkan di seluruh wilayah Provinsi Kalteng.
Menurut Kepala Kantor Wilayah Depag Provinsi Kalteng, H Ansari, penerimaan berkas pelamar dimulai sejak, Senin (5/10) lalu dan ditutup pada Selasa (20/10) mendatang. Dari 93 tenaga yang disediakan, ada 67 untuk formasi guru dan 26 formasi untuk tenaga teknis.
Dikemukakannya, penerimaan CPNS yang ajukan Depag Kalteng kali ini, jumlahnya lebih sedikit yang dikabulkan oleh Badan Kepegawaian Nasional (BKN) bila dibanding tahun 2008 lalu, yakni 121 tenaga. Sedangkan kenyataan di lapangan, tenaga yang dibutuhkan untuk Provinsi Kalteng sekitar 6.600 orang lagi.
“Untuk SK CPNS 2008 lalu sudah diterima oleh pelamar yang lulus dan ada 7 yang masih bermasalah karena ijazahnya harus diferivikasi ulang oleh pusat. Sedangkan 3 orang mengundurkan diri, karena mereka juga lulus saat ikut tes di Pemda,” ujarnya ketika disambangi usai peringatan HUT TNI ke-64 di Makorem 102 Panju-Panjung, Senin (5/10) lalu.
Lebih lanjut diungkapkan, sejumlah tenaga yang diterima pada tahun ini, formasi dan penempatannya sudah ditentukan. Prioritasnya adalah untuk kabupaten pemekaran atau sekolah dan Madrasah baru yang statusnya dinegerikan. “Jadi SK penempatan bukan Depag Kalteng yang menentukan tapi sudah dari BKN, dan itu tergantung pelamar sendiri yang memilih lokasi kerjanya nanti,” tegasnya.
Dicontohkan, untuk guru Madrasah Ibtidayah Negeri (MIN) di Kabupaten Pulang Pisau, pelamar langsung melihat formasi dan penempatannya pada lembar pengumuman yang ada. Selain itu, asalkan memiliki KTP Kalteng, pelamar bisa mendaftarkan diri pada Kabupaten manapun.
Selain menerima berkas pelamar via pos, Depag juga menerima secara setangan, baik melalui Kantor Depag di Kabupaten/Kota maupun Depag Kalteng.
“Untuk pelamar yang menggunakan jasa pos, harus memasukkan amplop plus perangko untuk balasan,” pungkasnya. (Radar Sampit)

Fraksi Besar Kapling Ketua Komisi

Laporan: Alfrid Uga

PALANGKA RAYA-
Pasca penetapan pimpinan DPRD Kalimantan Tengah. Fraksi-fraksi di dewan, seperti Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Golkar, Fraksi Demokrat, Fraksi PAN, Fraksi PPP, Fraksi Gerindra dan Fraksi Bintang Kebangkitan Nurani (FKBN) mulai kasak-kusuk mengincancar pimpinan komisi.
Kencang berhembus bahwa tiga fraksi, yakni Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Golkar dan Fraksi Demokrat mulai melakukan lobi-lobi politik untuk merebut seluruh pimpinan komisi. Fraksi PDI Perjuangan sebagai peraih kursi terbanyak disebut-sebut telah mengkapling dua komisi, yaitu Ketua Komisi A dan Komisi B.
Sedangkan dua lainnya, seperti Komisi C dan D diincar Fraksi Golkar dan Fraksi Demokrat. Akibatnya peluang fraksi lainnya seperti Fraksi PAN, Fraksi PPP, Fraksi Gerindra dan Fraksi KBN tertutup.
Kabar koalisinya tiga fraksi besar yang dibangun Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Golkar dan Fraksi Demokrat untuk merebut empat pimpinan komisi agaknya sudah diketahui fraksi lainnya.
”Saya memang sudah mendengar kabar bahwa ada lobi-lobi dari ketiga partai dominan, PDI Perjuangan, Golkar dan Demokrat untuk menetapkan anggotanya menjadi pimpinan komisi,” ungkap anggota Fraksi PAN, Syafrudin H. Husin ketika di bincangi Radar Sampit di ruang fraksinya, Rabu (21/10).
Mantan anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur ini berharap, pimpinan-pimpinan komisi jangan sampai hanya didominasi oleh ketiga partai peraih kursi terbanyak didewan. Oleh karena itu, pimpimpinan fraksi yang dominan harus melibatkan fraksi lainnya dalam lobi, jika ingin komisi berjalan dengan baik.
”Kalau ingin komisi bisa berjalan dengan baik. Jangan sampai ada yang merasa ditinggalkan, juga pro sana-pro sini. Komisi yang baik harus dilandaskan pada kebersamaan, oleh karena itu menempatkan pimpinan komisi jangan hanya karena merasa mendominasi kursi, tetapi dipilih atas rasa kebersamaan,” ungkapnya.
Sejumlah nama yang disebut bakal menduduki ketua komisi, Komisi A diplotkan nama Y.Freddy Ering dari PDI Perjuangan dan H Muneman Syamsu dari Partia Golkar, Komisi B diplotkan nama Artaban dari PDI Perjuangan dan Punding LH Bangkan dari Golkar.
Sedangkan di Komisi C diplotkan nama RYM Soebandi dari Partai Demokrat dan H Guntur dari Golkar. Di Komisi D diplotkan nama Borak Milton dan Srie Alfianti Gandung dari Partai Demokrat. (Radar Sampit)